WELCOME...

ASSALAMU`ALAIKUM WR.WB...
"sebuah tulisan adalah sejarah bagi dunia"
dengan tulisan bisa mengabadikan segalanya..

Sabtu, Oktober 13, 2012

masalah itu adalah makanan kita..

Dalam kehidupan kita ini pasti ada saja masalah yang harus dihadapi. “Entahlah itu apa masalahnya dan bagaimana?” Yang perlu kita sadari, Tanpa kita minta pun masalah itu akan selalu hadir dalam setiap kehidupan kita, ia merupakan ujian untuk meneguhkan keimanan kita, mengetes kesiapan fisik dan mental kita, mengokohkan sikap dan kepribadian kita serta menguji kesabaran serta rasa syukur yang terpatri dalam diri kita.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS. Al Hadid: 22)

Setiap orang pasti punya masalah. Orang yang bermasalah, ia pasti memiliki masa-masa sulit selama dalam hidupnya. Masa-masa indah perjuangan yang harus kita sikapi, hadapi, dan kita cari penyelesaiannya dengan tetap semangat, gigih, optimis, istiqamah, dan sabar.

Sikap-sikap seperti inilah yang seharusnya terus muncul dan harus diperjuangkan dalam menyelesaikan setiap masalah demi masalah ketika masalah itu hadir dalam kehidupan Ummat Muslim. Yaitu kembali kepada Allah SWT dengan berbekal petunjuk kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya yaitu, Al Qur’an dan kepada sebaik-baik petunjuk yaitu, Sunnah Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itulah maka sudah seharusnya kita untuk mengembalikan semua perkara masalah yang kita hadapi kepada tuntunan keduanya.

Yakinlah bahwa Allah tidak akan memberikan ujian kepada kita melainkan sesuai dengan kemampuan kita hamba-Nya. Sebagaimana firman-Nya:

“Allah tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya”. (QS. Al Baqarah: 286).

Di sinilah keimanan kita benar-benar diuji. Bersabar dan Bersyukur merupakan suatu jawaban yang harus dimiliki untuk tegar menghadapi setiap masalah yang kita hadapi. Di sinilah kita dituntut untuk mengetahui sejauh mana kesiapan kita, kesanggupan diri kita, kesabaran kita serta rasa syukur kita terhadap masalah yang kita hadapi.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

“Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Rabb-mulah hendaknya kamu berharap.” (QS. Al Insyirah: 7-8)

Dan demikianlah Kami menurunkan Al Qur’an dalam bahasa Arab, dan Kami telah menerangkan dengan berulang kali di dalamnya sebahagian dari ancaman, agar mereka bertaqwa atau (agar) Al Qur’an itu menimbulkan pengajaran bagi mereka. (QS. Thaahaa: 113)

Pelajaran yang berharga bahwa setiap masalah dalam hidup ini haruslah dijalani dengan sikap mental dan daya juang, sekalipun sulit dan kita tahu hidup ini tidaklah mudah, penuh onak berduri, yang terkadang kita dibuat terluka, perih dan sakit. Tapi, Sesulit apapun situasi yang kita alami saat ini, daya juang kita tidak boleh padam. Kita dapat melihat belajar dari banyak orang di sekeliling kita yang tegar menjalani hidupnya, tidak mudah berputus asa dan pantang menyerah. Hidup ini tidak mudah, tapi kita tidak boleh Menyerah.

Yang perlu kita ketahui bersama adalah, Sesusah-susahnya kondisi yang kita alami, cobalah tengok di belahan bumi lainnya, di sana masih ada yang lebih susah di bandingkan masalah yang sedang menimpa diri kita. Jika mereka saja bisa, mengapa kita tidak. Jadi tidak ada alasan tidak bisa bagi kita sebelum kita mengusahakan tang terbaik.

Optimislah! Jangan jadikan setiap masalah yang hadir sebagai penghancur masa depanmu. Tapi, sudah sepatutnya kita mendekatkan diri kepada Allah Sang Pemberi masalah dan menjadikan masalah sebagai daya ungkit yang akan melesatkan potensi yang tersembunyi dalam diri kita, yaitu potensi keimanan dan ketaqwaan.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

“Janganlah kamu bersikap lemah dan jangan pula kamu bersedih hati. Padahal kamulah orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang yang beriman.” (QS. Ali-Imran: 139).

Setiap perjalanan kehidupan seseorang sesungguhnya sarat dengan hikmah yang dapat dijadikan pelajaran hidup. Begitu juga dengan setiap masalah demi masalah yang kita alami. Kita pun harus belajar untuk tidak mudah menyerah dengan kekurangan. Berdoa sudah seharusnya dilakukan setiap muslim, apapun kondisinya, di manapun, kapan pun, kepada Allah tentunya. Tidak perlu menunggu saat susah. Berbuat baik dan selalu mohon ampun kepada Allah, maka engkau akan ditolong oleh-Nya.

Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. (QS. Al Fatihah: 5)

Ketika kegundahan, kegalauan dan masalah hidup itu hadir, ingatlah bahwa Allah itu tidak hanya sedang menguji kita.

Wallahu a’lam.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/02/18382/masalah-ia-bukan-sekedar-ujian/#ixzz29C9AwufO

masalah itu....

saya postkan artikel dari dakwatuna yang saya baca...

Ketika kita ditimpa sebuah permasalahan, berarti Allah mau kita lebih dewasa dalam menghadapi hidup ini. Ketika kita ditimpa musibah, berarti Allah ingin agar kita mendekat kepadanya. Ketika kita ditimpa kesusahan, berarti Allah telah menyediakan untuk kita kemudahan. Karena sesungguhnya dibalik permasalahan ada proses pendewasaan, dibalik musibah ada hikmah, dibalik kesusahan ada kemudahan.

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”(QS. al-Insyiroh: 5-6)

Ketika permasalahan datang menghampiri, jangan mengeluh di hadapan sang pencipta, jangan memberontak akan keputusannya apalagi mengatakan bahwa Allah tidak adil. Namun, mintalah agar kita diberi kesabaran serta ketegaran dalam menghadapinya, diberikan solusi yang terbaik bagi kita, dan selalu mengharap dia memberikan ganjaran pahala untuk kita.

Tanpa malam purnama takkan indah. Tanpa lapar nikmat makanan takkan terasa. Tanpa dahaga sejuknya dingin air takkan memberi banyak makna. Begitu juga kemenangan atau kemudahan takkan banyak memberi arti tanpa didahului rintangan masalah kesusahan. Setelah mendung terbitlah cerah.

Tak ada hidup tanpa masalah, karena masalah adalah sunnah-Nya. Yang kita perlukan hanya kebijakan dalam menyikapinya. Jika ketegaran yang kita bina, nikmat masalah akan terasa. Jika keluhan yang kita bina sengsara masalah akan selalu bertambah.

Masalah datang untuk kita hadapi, bukan untuk dicaci atau dimaki. Masalah adalah mediator dalam proses pendewasaan. Tanpa masalah kita takkan pernah dewasa. Tanpa masalah kita takkan menjadi orang yang luar biasa.”Jalan yang lurus dan mulus takkan pernah menghasilkan pengemudi yang hebat. Laut yang tenang takkan pernah menghasilkan pelaut yang tangguh. Langit yang cerah takkan pernah menghasilkan pilot yang handal.”

Di saat kita mencari solusi dalam suatu masalah, di saat itulah sebuah proses pendewasaan hidup akan dimulai. maka, berbahagialah mereka yang memiliki masalah dan mampu mengatasi masalah tersebut dengan brilian, yaitu dengan tetap selalu bersandar akan keputusan sang eksekutor yang maha adil setelah tawakal dilakukan. Mari bersama taklukkan masalah…!

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/03/19201/masalah-itu-manis/#ixzz29C8UjmI7


(y allah,,mudah2an saya bisa menghadapinya,.)

Senin, Mei 28, 2012

be strong with them

"se pahit apa pun hidup anda, yakin lah bahwa ada Allah yang selalu mengawasi anda"
mungkin cuma kata2 ini yang mampu menguatkan saya hingga detik ini. bukan saya merasa orang paling malang di dunia, bukan, sungguh bukan, tapi saya menilai bahwa saya orang yang "sedang lemah", yang sedang tersesat di tengah jalan tanpa tahu mana jalan keluarnya. itulah yang saya rasakan sekarang, saya tahu, setiap orang pasti punya masalah, karena hidup itu adalah masalah, karena ada masalah itulah kita hidup, karenanya kita harus bertahan mengarungi kehidupan ini. tapi tidak ada salahnya mengatakan bahwa mungkin pada detik ini, entah mengapa, saya menjadi orang yang tidak lucky dibandingkan orang lain..

yah, kehidupan sendiri yang saya alami terkadang membuat saya frustasi, apalagi jika saya tidak mampu lagi berfikir apa yang harus saya lakukan. saya wanita, maka saya mengatakan bahwa wanita itu rapuh. begitu pun saya, mungkin ketika wanita merasa tidak tahan dan merasa tidak ada orang yang mengerti dirinya, maka tangisan menjadi sebuah awal dari segalanya, termasuk saya sendiri. terkadang saya memilih untuk sendiri dan mencoba berfikir realistis, "ini masalah gue, orang lain gak perlu tahu hal ini," namun, bukan itu yang terjadi. fikiran2 buntu sering menjadi penghambat, dan membutuhkan orang lain untuk menetralkan segalanya. butuh nasehat , saran, dukungan dari orang orang yang kita sayangi, butuh dukungan dari sahabat2 yang akan selalu ada ketika dibutuhkan, butuh pelukan, rangkulan, dekapan hangat ketika dada ini tidak mampu untuk menahan segala masalah yang menerpa.

tapi kemudian saya berfikir, bahwa mereka punya masalah juga, mereka juga hidup sayang, mereka juga pasti memikirkan kehidupan dan problematika hidup mereka. tapi, tidak bisa kah kita saling berbagi sahabat? di kala senang dan susah kita ada dan selalu bersama. tidak ada maksud hati untuk selalu merepotkan kalian dengan segudang masalah saya, tidak, tapi karena saya sayang sama kalian lah maka kalian menjadi orang yang 1 saya hubungi ketika saya tidak mampu lagi berfikir jernih. karena kalian lah saya merasa aman untuk berbagi semua yang saya rasakan, berbagi semua yang ada di dalam kehidupan ini..

buat Haryani yang selalu saya susahkan denagn berbagai cerita saya tentang orang tua yang selalu jarang di rumah, tentang kisah cinta saya, masalah organisasi, masalah kampus, dll. walaupun awalnya agak kemana2 saran anak ini, dia cuma bilang gini, "aku maunya beda, jadi aku marahin dewi dulu, masa aku baik sama dewi? hhaahh.. tapi dewi tau maksudnya, dia cuma pengan dewi ketawa,tidak stres dengan masalah yang saya hadapi, thanks honey.. :)
tapi terkadang jadi keki jugaaaaaaaaaaa. giliran orang serius, eh dia malah bercanda dulu, sebel tau gak yanongggggggggggggg,*argghhtt

buat Arfati Sulistya Ningsih yang selalu saya repotkan dengan masalah "virus merah jambu" saya. habis pengalaman dia dalam hal ini jempolan banget deh,,heeh.. makasih semua nasehat dan sarannya. karena saya benar2 polos dalam hal ini, *polos?? udah kepikiran dia bakal ketawa baca ini..haah..
kami tuh sering banget galau berdua,wkwk,,entah kenapa, saking akrabnya, kami pernah dibilang saudara kembar sama orang, *ahhahah..mirip di bagian mana nya ya??

buat Hafizhah Arief, dia sering banget saya susahin dengan segala keluhan2 saya. ini lah itulah, fikiran2 negatif saya selalu saya kasih tau sama dia, dan langsung bilang gini, "kan dewi selalu gitu.."*ahahah. anehnya saya paling sering kelahi sama dia. adaaaaaaaaa aja, tiap minggu gak pernah gak ada yang namanya gak merajuk, gondok2 an lah, ampun,,wkkwkwkw, *kita kenapa sih??
tapi ketika saya menagis, dia malah diem aja, gak berkutik, gak ngerti mau ngapain, seharusnya kan temannya dipeluk kan?? bukan dipandangin aja??haah..

buat yani,fati,oja,,makasih banyak banyak banyak...
love you coz allah..
bahagia memiliki kalian, karena kalian saya masih bisa bertahan di sini, di fisika ini,hehhe..jangan banyak kelahi yaaa kita,,:)

Minggu, Mei 20, 2012

Let`s to the journey..



minggu lalu ane ikutan outbond yang diadain FOSMA 165, seru dehktanya bisa ngabisin 1 juta*gak tau bener atau salah. ya..awalnya disuruh senam dulu, olahraga kecil2 gtu,,lari2 dulu, habis thu muter2. yah,lumayan menguras tenaga,ketauan jarang olahraga,,heeh. permainannya banyak bgt, dimulai dari permainan nguji konsentrasi. awalnya kak ipul nyontohin gerakan gitu. pas dibilang kata hati pegang telinga, maka kita harus pegang telinga. tapi kalo kak ipul ngomong ga pake embel2 "kata hati", maka kita gak boleh ikutin gerakan kita. mesti say on gerakan awal..hehe..

banyak bgt td yang salah bro,,untung ane ga..masih bgus euy konsentrasinya.. :)
trus ada permainan rumah dan ksatria. kegnya ane pernh main permainan ini. cuma bedanya kalo di sana diganti kata, "rumah esq" dan "ksatria 165". jadi mainnya nya tuh gini, awalnya ada 2 orng jadi rumah, 1 orang jadi kelinci, kelincinya jadi ksatria gtu. trus kalo disebut ksatria baru, maka kelincinya harus cari rumah baru, gak boleh nempatin rumah yang sama, tapi kalo dibilang rumah baru, rumahnya yang nyari kelinci baru,heh,, ada lagi ni. kalo dibilang semuanya berubah, maka kelinci, rumah harus berubah posisi, gak ada yang sma lagi pasangannya.

main permainan itu thu lumayan menguras energi. instruksinya cepet banget, gak ngasih kita nafas dulu, lanmgsung main babibu tanpa ampun, jadinya ya ngos2an gtu. malah ada yang pake adegan jatuh lagi,,hehehe.. *lucu
trus ada permainan cermin, jd ntar ada 1 orang yg bikin gerakan di depan kita,nah, kita thu harus niruin gerakannya seperti cermin, kanan jadi kiri, kiri jadi kanan deh.. ehheeh. ane dpet giliran juga tadi cuy, tapi ane menang..heeh*sombong..

ada juga main nulis pake spidol gedeeeeee bgt. jadi thu spidol diikat pake tali, nah kita itu megang talinya 1 1, gmn caranya kita bikin rumah tanpa menyentuh kertas sedikitpun. hasilnya??wah gambar kami lumayan ancur euy..udah gak tau lagi thu bntuk pa, gak mirip rumah,hahahah. tapi yang paling lama tu main bawa orng pake jaring gitu. ada 1 orang yang masuk di dalam jaring. nah yang lainnya megang jaring itu, yang diikat pake tali lagi, usahakan gak boleh nyentuh badan iarng yang di dalam. orang yang di dalam itu bawa bola yang haru s di masukin ke baskom. lewat jalan yang udah ditentukan. lamanya thu karena lambat geraknnya, kan bolanya gak boleh jatuh. trus kita juga harus nyesuian gerakan ma orang yang bawa bola itu tadi..

yah,, pokoknya ane seneng bgt bisa ikutan outbod. bertepatan dgn milad ESQ juga kayaknya, makanya dibikin acara kayak gitu. yang pasti acaranya rameeeee bgt. udah lama gak main2 kayak itu gitu,. lumayan buat refresing, udah mumet ni otak gara2 ngurus kuliah, organisasi,bla bla...

yup, "SelamaT MilaD SEQ 165" be the bESt..
:)

Senin, Mei 14, 2012

buku yang menjadi incaran

Dalam Dekapan Ukhuwah, ini merupakan buku yang sedang saya baca sekarang. Saya memang duka sama karya-karya karangan Salim A Fillah. Menurut saya, dia adalah penulis yang hebat. Sekilas ketika kita melihat cover dan membaca judul bukunya, pasti akan mengira bahwa bacaannya hanya berdasarkan teori2 islam, analogi2 islam dan pemahaman beliau dari bacaan islaminya. Tapi ternyata tidak begitu.

inilah cover bukunya :

Saya lumayan “terkejut”ketika membaca bait demi bait kalimat yang diuraikannya di buku ini. Saya merasakan bahwa pemahaman kang Salim ini yang tidak terpaku pada bacaan islaminya, *sebenarnya tidak ada yang salah dalam hal ini, tapi akan lebih bijaksana ketika kita bisaa membuka cakrawala kita dengan bacaan yang lain,* tapi banyak wawasan2 lain yang saya dapatkan dan itu tidak mengurangi sedikit pun nilai dakwah yang ingin disampaikannya dalam buku ini.

Memang, kebanyakan dari isi buku ini dari tafsir2 kitab2 atau pun sirah nabawiyah yang beliau baca. Tetapi kisah romansa zaman dlu, penggambaran film, dan artikel2 yang dia baca memberikan bekas tersendiri bagi saya. Saya justru merasakan “ketertarikan” yang lain saat membacanya. Terlebih beliau benar2 mengambil kata2 yang merupakan intisari menurut pemikirannya. Yang lebih membuat saya salut dengan karya Kang Salim ini adalah pada setiap pembuka judul bab, ada kata motivasi, kata inspirasi ataupun puisi yang tertera disana. Dan itu jujur, membuat saya jadi “terpikat” bahkan tidak sadar ingin membaca secepatnya.

Rata-rata semua karyanya saya punya. Mulai dari buku “nikmatnya pacaran Setelah penikahan, “Agar Bidadari cemburu Padamu”, “Gue Never Die’,saksikan bahwa Aku Seorang Muslim”, dan “Jalan Cinta Para Pejuang” termasuk buku yang saya resensikan sekarang. Ada 1 judul yang saya belum punya. Bukan saya gak mau punya, tapi karna kayaknya saya belum pastas buat membacanya,,*ahhhhaahah*, mau tau gak judulnya? Judulnya “bahagianya merayakan cinta”*tereeeenng,

isi thu buku kalau gak salah tentang pernikahan, bagaimana dan apa yang harus kita lakukan dengan pasangan kita nanti. Ahhaaha, dari judulnya saja kan udah ketauan. Sya belum nikah ini. Ntar deh kalau udah nikah saya beli tu buku *insyaAllah*

Pokoknya buku2 karya Salim A.Fillah ini jempolan banget lah. Semua bukunya saya rekomendasikan banget buat dibaca. Kalau perlu 5 jempol deh yang saya acungkan,hehheh,,mana bisa ya?? Tangan gabung ma kaki aja jempolnya jadi 4*gak cukuup.

Cinta dan kegalauan didalamnya

Cinta, apa siy yang terfikir ketika kita mendengar kata2 cinta?. Seneng? Sedih? Atau justru malah galau?*gelisah,resah gitu deh*. Ketika kita merasakan “virus merah jambu” menerpa, itu wajar2 aja. Y kan?? Eh,,bdw, saya masih bingung, kenapa siy namanya virus merah jambu? Rasanya hati kita warnanya merah deh, atau ini warna wajah ketika tersipu malu? *memang warnanya merah jambu?* atau justru warna ini dipakai karena warna ini yang menjadi ciri khas dari seorang wanita??*ciieeee..

Saya tidak membantah kata2 yang mengatakan bahwa seseorang bisa jatuh cinta pada pandangan yang pertama. Memang itu yang bisa saja terjadi dan itu wajar. Tapi ketika cinta itu yang kita alami, saya akan bertanya, kenapa anda bisa jatuh cinta pada pandangan pertama pada si dia?*orang yang dikagumi, pasti banyak yang bilang gini,” habis,,cakep siy, atau cantik,, seksi, badannya bagus, dll pokoknya semua yang berbau fisik lah..itu dia yang saya bilang. Cinta seperti itu yang akan dirasakan. Dan jujur saya berpendapat itu bukan cinta, is not a real love. Itu hanya merupakan kekaguman kita terhadap kita. Dan itu benar2 merupakan hal yang wajar, hal lumrah yang kita alami. Karena ketika kita jatuh cinta sama lawan jenis kita, maka kita itu normal..*yeaaa,,you are a normal person

Tapi yang membuat saya resah adalah, apakah cinta seperti ini yang akan kita bawa ke dalam kehidupan kita? *sederhananya pernikahan,.. karena ketika menikah, kita akan hidup dengan orang yang kita pilih. Orang yang sama, yang kita lihat ketika kita tidur, bangun tidur hingga tidur lagi di malam hari. Cinta seperti ini yang akan kita bawa untuk membina rumah tangga kita? Orang yang akan menemani di usia kita yang senja? TIDAK.. jujur saja saya lebih suka pada pepatah “cinta hadir karena kebiasaan, hadir karena kebersamaan”. Analogi nya seperti ini. Kita harus melihat dulu bagaimana sifat dan sikap dia. Bagaimana tutur katanya, bagaimana lingkungan dan keluarganya. Bagaimana pergaulan dia dan bagaimana teman-temannya. Intinya lagi yang dilihat adalah AGAMANYA. Karena ketika 2 orang menikah dengan niat untuk menyempurnakan ½ agamanya, maka Allah akan memberikan yang terbaik bagi keduanya,*insya Allah..