Sesudah kejadian Firman jatuh cinta itu, Firman kian hari menjadi semakin parah.Teman-temannya berusaha untuk menghiburnya. Mereka tidak kuasa melihat Firman yang mereka kenal anak yang ceria menjadi seperti ini. Mereka berusaha sekuat tenaga untuk mengembalikan keceriaan Firman yang telah hilang. “Udahlah man….jangan terus-terusan kayak gini.Sehari saja gak mikirin dia kenapa sih? Kenapa kamu jadi kayak gini?,ujar Andi sambil menatap sahabatnya. ”Udahlah…pergi sana jangan ganggu aku lagi.Biarkan aku sendiri!” Firman mentap kosong ke arah sahabat karibnya itu.”Gak,kami gak akan ninggalin kamu kayak gini.Fir…udah dong berhenti mikirin dia.Masih banyak cewek di luar sana yang lebih baik buat kamu.”Ani menatap sedih ke arah Firman.”Udah deh,ngapain kalian mikirin aku! Kalian gak usah ikut campur dengan urusanku.Pergi sana jangan ganggu aku lagi!” Firman menyuruh temannya itu unutuk pergi. ”Eh…apa sih yang ada di fikiran lo? Liat keadaan lo sekarang.Kayak mayat idup tau gak. Sadar dong! Lo aja gak kenal ama tuh cewek. Trus Cuma gara-gara dia lo jadi kek gini? Lo tuh dah gila tau gak!”Kata kata lo-guenya Irwan kumat.Dia selalu gitu kalau lagi marah sama seseorang. ”Iya, gue emang udah gila, terus lo mo ngpa? Lo tuh gak tau rasanya jatuh cinta. Tersiksa tau gak. Pokonya gue bakal cari tuh cewek sampai ketemu. Biar apapun yang terjadi, dia bakal jadi milik gue ”,Firman menatap Irwan dengan mata yang merah menyala. Lalu tiba-tiba saja Firman segera hendak meninju Irwan.Tapi segera di cegah oleh Andi.”Fir..kamu kenapa sih? Seharusnya kamu seneng ada orang yang merhatiin kamu tau gak?”. Firman menyela perkataan Andi. ”Gue gak butuh belas kasihan dari lo semua. ”Firman gak ada yang merasa kasihan ma kamu.Kami Cuma ingin menolongmu sebagai sahabat.Kami tuh sayang sana kamu”,Ani berusaha memberi pengertian pada Firman. ”Ah..udah.Basi banget sih.Bilang aja kalian tuh kasian ma gue. Gue gak butuh kalian semua. Gue yakin,gue bisa ngedapetin dia .”Andi dan Ani berusaha menahan Irwan supaya gak menghajar Firman.Karena mereka melihat dia sudah mengepalkan tangannya.
ΘΘΘΘΘΘΘΘΘΘ
“Assalamu'alaikum..”,Akhirnya Firman tiba di rumahnya. ”Wa'alaikumsalam.”Firman,Kok kamu sudah pulang’Ibunya heran melihat kedatangan Firman yang lebih cepat dari biasanya. “kok udah pulang? Ada acara ya di sekolah?” ”Bu…Firman capek banget.Firman mau istirahat dulu.”Firman langsung menuju kamarnya.Ibunya menjadi bingung dengan sikap anaknya yang seperti itu biasanya dia selalu pulang menjelang Magrib. Firman memang juga aktif di berbagai organisasi sekolah.Itu juga yang menyebabkan dia dikenal hamper oleh semua Penghuni sekolahnya.Menjelang magrib,Firman baru bangun dari tempat tidurnya.”Kamu sudah bangun toh nak? Mandi dulu sana.Siap-siap mo shalat maghrib”,Ibunya berkata sambil menanak nasi.”Baik Bu”,Firman lalu melangkah ke kamar mandi. Tiba-tiba.”Ibu…Lita udah pulang Bu…”.Lita,adik satu satunya Firman rupanya baru pulang dari sekolah.”Lita…kok gak ngucapin salam sih? Lagian kenapa pulangnya sorean gini? Kemana aja kamu?” Lita menjawab pertanyaan ibunya,”Sorry Bu…tadi Lita ke rumah temen dulu.Dia bilang dia punya novel yang baru saja dia beli.Lita juga mo minjam film ma dia.Jadi Lita ke rumah dia dulu deh…Sekali lagi sorry ya Ibuku yang cantik.” “Lain kali kalo mo pergi,bilang dulu kenapa?Mbok ya jangan bikin orang cemas gitu toh duk.”Ibunya menasehati Lita. ”Iya…iya,Sorry deh.Jangan marah mulu dong Bu.Ntar cepet tua loh…Ya udah Lita mo mandi dulu nih.Gerah banget nih Bu”,Lita melangkahkan kakinya ke kamar mandi. “Eh jangan…Disana ada kakakmu lagi mandi”,Ibu berusaha mencegah Lita. “Oo, ya udah deh,Lita nonton aja dulu. “kak, cepetan ya mandinya! Jangan lama-lama ya? Gerah banget nih…..
Menjelang tidur, Lita menghampiri kakaknya di dalam kamarnya. “Kak boleh Lita masuk?” Lita lalu masuk ke dalam kamar kakaknya. Tapi yang di temuinya adalah kakaknya sedang melamun di dekat jendela kamarna “Dor, hayo, kakak mikirin siapa?”,Lita lalu menggoda kakaknya. “Apaan sih, gangguin orang aja”,Firman menggerutu kepada adiknya. “Abisnya, bengong aja sih, kakak kenapa?. Ada masalah ya?.” Hmm, kakak mau cerita, tapi janji jangan certain ma siapa siapa ya?” “Oke deh Lita gak bakal bilang siapapun, terus masalahnya pa?” Lita penasaran dengan apa yang kan diceritain kakaknya. “Kakak jatuh cinta sama cewek dek.” “What? Jatuh cinta? Sama siapa kak?” Lita terkejut mendengar perkatan kakaknya. “gak tau…”Firman menceritakan kejadian detailnya kepada adikna. “Jadi kakak ga kenal ama dia? Trus bisa gitu jatuh cinta ma dia? Suka ama dia?.” Ya bisalah dek, ini namanya love at the first sight..”Ih….masak sih ada yang kayak gituan? Lita gak yakin kalo kita bisa cinta sama orang kalo belum kenal”.“Ya gimana lagi. Kakak cinta sama dia dan bkal mencari dia kemanapun. Kalau perlu sampai ke ujung dunia sekalipun!”
ΘΘΘΘΘΘΘΘΘΘ
Besoknya, Firman mulai mencari gadis itu di SMA yang terkenal, karena waktu itu dia hanya melihat cewek itu memakai baju SMA. Lalu tiba-tiba Lita menelponnya “Kak, bisa jemput Lita gak? Honda Lita mogok ni”…”Oke, tunggu aja ya”, Firman lalu memutar hondanya ke arah Sekolah Lita siapa tau aja cewek itu ada di sana. Dan setelah sampai disana, Firman harus mencari Lita dulu. Tapi tiba-tiba dia tersentak. Soalnya Lita bersama cewek yang selama ini di carinya. Lalu dia melihat gadis itu sekali lagi. Mana tau dia salah melihat.Tapi berapa kalipun dia mengucek mata, itu adalah ceek yang selama ini menghiasi mimpi-mimpi indahnya. Tiba-tiba “ Kak, sini, Lita disini” Liat lalu meneriaki kakaknya agar ketempatnya berada. Lalu Firman menuju kearah adiknya berada. “Kenalin kak, ini Erni, anak baru disini. Tepatnya baru 2 minggu yang lalu. Erni ini kakakku, Firman namanya. Lalu Firman dan Erni berkenalan dan mereka cepat menjadi akrab satu sama lainnya. “Oo, jadi kamu baru pindah ya. Dulu itnggal diman emangnya?” Firman lalu bertanya kepada Erni. “ Dulu aku tingggal di Makasar. Trus ayahku lalu di pindah tugaskan ke sini” Erni lalu menjawab pertanyaan Firman dengan tersenyum.Lambat laun hubungan mereka menjadi lebih akrab. Dan dia lebih banyak menghabiskan waktunya bersama Erni ketimbang bersama sama sahabatnya. Sebetulnya Ani ingin mereka berteman akrab lagi setelah insiden yang terjadi antara dia dan Irwan. Tapi selalu tidak ada kesempatan, karena dia tidak mau lagi berbicara dengan Ani. Mungkin masih sakit hati atas peristiwa itu. Tapi sungguh di dalam hatinya ini lebih menyakitkan dari yang dia bayangkan. Karena dia harus marahan dengan laki-laki yang diam-diam telah disukainya semejak mereka berkenalna. Tapi dia tidak pernah mengungkapkan cintanya karena takut bahwa Firman akan menjauhinya setelah mendengar pernyatan cintanya. Tapi sekarang, jujur dia merasa sakit hati karena bukan dia gadis yang dicintai Firman. Firman mencintai gadis lain selain dia. Dan rasanya Firman tidak akan pernah suka apalagi cinta kepadanya.
ΘΘΘΘΘΘΘΘΘΘ
Firman gelisah. Sudah beberapa hari ini Lita tidak lagi pernah menghubunginya apalagi bertemu dengannya. Dan sepertinya dia tau orang yang tepat untuk ditanyai mengenai Erni. “Lita, Erni sekolah ga tadi?“ Firman bertanya kepada Lita di kamarnya. “Emangnya kenapa kak?”.“Gak cuman nanya aja.”, Firman lalu merasa aneh .“Emang dia kemana sih. kok ga pernah ke sini lagi sih?. “Oh, iya, aku belum cerita ya? Aku juga tadinya gak percaya dengan cerita ini kak, tapi kayaknya ini emang beneran kejadian deh.” Lita berkata tentang Erni yang membuat Firman semakin bingung. “Apaan sih, cepat bilang dia kenapa?”, Firman semakin mendesak adiknya. “Hmm kalau gak salah hari ini dia mau ke Makasar lagi. Mungkin ayahnya dipindahin tugas lagi. Emang kenapa sih kak? Kakak suka sama dia? Kok khawatir banget sih kayaknya.”, Lita mulai bingung dengan ekspresi kakaknya yang terlalu berlebihan. “Dia tuh cewek yang selama ini kakak cari, yang selama ini kakak sukai. Trus sekarang dia dimana?. “Hah, yang bener kak, sekarang dia lagi di bandara, lagi mo berangkat mungkin. Tapi..” sebelum Lita melanjutkan pembicaraanya Firman sudah melaju cepat ke Bandara. Dia tidak mau kehilangan cintanya. Lagian dia juga belum bilang kalo dia tu cinta banget sama Eni. Padahal hari ini dia ingin mengutaran perasannya sejak dia bertemu dengan Erni., tapi gak mungkin dong sekarang dia harus kehilangna lagi gadis yang dicintainya itu Tiba-tiba Ani dan Irwan datang ke rumah Firman. “Assalamualaikum,Lita ada Firman gak?”, Ani bertanya kepada Lita yang ditemui di halaman depan rumahnya. “Oh, baru aja pergi. Katanya mo nyusul Erni ke Bandara”.”Erni, siapa tuh?”, Irwan baru sekali ini mendengar nama Erni. “Oh, kata kakak sih itu cewek yang selama ini dicarinya. “Ya udah deh, kami mo ke Bandara aa ya nyusulin Firman.” Ani lalu berinisiatif buat ke bandara juga. “Tapi…..”, belum selesai Lita berbicara, Mereka sudah melesat pergi.
ΘΘΘΘΘΘΘΘΘΘ
Firman yang sudah tiba di bandara mencari Erni secepat mungkin. Tapi kayaknya bakalan susah,karena dia gak tau Erni ada di penerbangan yang mana. Dan yang lebih penting dia gak tau Erni udah pergi atau belum. “Please God, jangan sampe aku kehilangan cinta pertamaku, malah belum bilang cinta lagi.Bodoh, ngapa gak dari kemarin sih aku bilang cinta sama dia. Kan sekarang bingung nyariin kemana. Tapi akhirnya Firman melihat Erni yang sedang antri dibarisan paling belakang. “Erni” Firman lalu meneriaki nama Erni sekeras-kerasnya. Erni yang saat itu lagi menunggu giliran kaget karena kenapa Firman ada di bandara ini. “Apa mungkin dia datang buat aku?”, Erni lalu pergi menuju kearah Firman. “Bentar ya ma, pa, keknya ada teman Erni nih. “ Erni lalu meminta izin kepada kedua orang tuanya. “Firman, ngapain disini?” Erni berbicara sambil memandang ke arah Firman. “Aku datang buat kamu, aku cinta sama kamu. Aku sayang sama amu. Dan aku pengen kamu jadi pacar aku.” Firman berkata terus terang kepada Erni. “Hah, apa? Cinta sama aku? Pacar?Aku gak ngerti maksudnya. Firman lalu menjelaskan semuanya kepada Erni. “Sejak pertama kali aku liat kamu di toko buku itu, aku dah langsung suka sama kamu. Dan perasaan aku tambah besar ketika akhirnya aku bertemu dengan kamu. Kamu mau ya jadi pacar aku?” Firman lalu berlutut di hadapan Erni. Erni yang saat itu bingung, terkejut melihat apa yang dilakukan Firman kepadanya. “Sorry banget ya, lagian kita belum kenal dekat. Aku gak bisa gitu aja jatuh cinta sama orang yang baru aku temui. Sekarang juga aku akan balik ke Makasar kan?. “Gak papa, kita kan bisa menjalin hubungan jarak juah.” Firman tetap bersikeras agar Erni mau menerinma cintanya. “Tapi man, ada hal yang gak kamu ketahui tentang aku. Aku dah punya pacar di Makasar. Dan selama aku pindah kesini,kami menjalani hubungan jarak jauh. Dan itu berarti aku gak bisa jadian sama kamu. Lagian seperti yang aku bilang, aku gak punya perasaan apapun sama kamu. “Tapi Er, aku cinta banget sama kamu”, Firman tetap tidak bisa terima dengan penolakan Erni kepada dirinya. “Maaf banget, mungkin kamu bakal menemui cewek yang lebih baik dari aku. Maaf banget ya, aku dah mau perg. Ortu ku dah nunggu. Key…..Sampai jumpa ya”.”Erni, jangan pergi,kamu gak bisa kayak gini sama aku“. Tapi sekeras apaun Firman berbicara Erni sudah melangkahkan kakiny ke arah dalam. Sepertinya penerbangannya akan segera berangkat. Firman yang melihat itu semua terkulai tak berdaya. Cewek yang selama ini selalu ada dalam bayangnnya, yang selama ini dipujanya, ternyata pergi meninggalkannya.
“Firman…!” lalu tiba-tiba ada yang meneriaki namanya. Ternyata Ani dan Irwan telah berada di bandara. “Kalian telat, cintaku dah pergi,dia dah ninggalin aku. Rasanya aku mau mati aja deh…..”Firman berkata dengan nada yang putus asa., “Woi bro, ngomong pa sih? Kan masih ada kita yang bakal nemanin kamu. Janganlah cuma gara-gara putus cinta sekali lalu jadi gak ada harapan buat jatuh cinta lagi? Cewek masih banyak Bro, pasti entar bakal dapat deh”,Irwan berusaha memberi semangat kepada Firman. “Gak deh, emang siapa yang bakal mau suka sama aku? Siapa gadis itu?”, Firman gak percaya kalo dia bakal bisa cepat melupakan Erni. “Ah…payah Firman ni. Yang deket aja gak di perhjatiin. Lihat sekeliling dong.” Irwan yang mengetahui bahwa Ani menyukai Firman sejak lama berusaha memberi sinyal kepada Firman. “Hah, siapa?“. Ani yang mendengar itu lalu mendelik kepada Irwan, “Udah, jangan ngomongin cinta melulu ngapa? Mendingan sekarang kita pulang deh. Lagian aku juga laper nih. Mending makan daripada ngomongin cinta kan?.Tapi Firman yang saat itu lagi patah hati menjawab,”Gak ah, aku gak laper….”. Tapi Irwan dan Ani tidak memperdulikan itu. Mereka langsung menyeret Firman untuk keluar dan mencari restaurant terdekat.
THE END