WELCOME...

ASSALAMU`ALAIKUM WR.WB...
"sebuah tulisan adalah sejarah bagi dunia"
dengan tulisan bisa mengabadikan segalanya..

Minggu, Maret 27, 2011

symfoni cinta part 1

 hehe....ni crt yg saia bwt wktu sma..syang gag dipublikasikan...hehe,,
maaf y kalo gag bagus...
y udah..slahkan di baca...



PART 1 :
”Selamat pagi anak-anak”,Ibu Rita mulai menyapa muridnya lewat kata-katanya. ”Selamat pagi bu……”,Murid membalas sapaannya. ”Ok,hari ini ibu akan membagikan kertas UB kalian minggu lalu.SKBM kita 75. Bagi yang mendapat nilai dibawah SKBM, maka ia wajib mengikuti remedi besok,dengan materi yang sama. Jangan lupa belajar bagi yang remedi.” Sementara itu anak anak yang lain kasak kusuk melihat nilainya. Ada juga yang ingin melihat punya temannya,sebagai perbandingan. Tapi tidak begitu dengan Firman. Dia terkulai dengan lesu di mejanya. Lalu Ibu Rita memanggil Firman. ”Firman…..ada apa dengan kamu?.Ibu sangat kecewa melihat hasil UB kamu.Nilai kamu jauh dibawah SKBM. Ibu harap kamu dapat belajar dengan rajin. Dan dapat mempertahankan juara umum kamu!” Firman dengan lesu menjawab,“Baik Bu,maafkan saya.Saya akan berusaha lagi”.”Baik,kalau begitu kamu boleh kembali ke tempat duduk kamu.” Firman terpaku melihat nilai UB nya.Dia mendapat nilai 45. Nilai yang seharusnya tidak didapat oleh Firman,sang juara umum. Tiba tiba Irwan datang menghampirinya,”Eh Fir,kamu dapat berapa?45?......Wow fantastis” ”Apaan sich kamu.Temennya gak lulus malah seneng.Gak baik!”,Ani menyambung kata-kata Irwan. ”Bukannya gitu An,aku heran aja.Firman kok bisa dapat nilai 45.Ada angin apa nich?”Irwan berkata sambil tetap meributkan hasil tes Firman.”Bener kamu dapat nilai 45?”,Ani akhirnya penasaran juga. Firman lagi gak mau menjawab pertanyaan siapapun. ”Aneh,kenapa jadi mereka yang ribut? Kan aku yang dapat nilai 45 nya?”,kata Firman dalam hati. Firman tidak dapat berkata apa apa lagi. Lidahnya seakan membisu dan otaknya tidak bisa berfikir lagi.


ΘΘΘΘΘΘΘΘΘΘΘ


Malam itu bulan bersinar dengan cerah.Tapi tidak begitu dengan hati Firman. Gelisah,cemas,bimbang,resah,seakan menyatu dalam hatinya,menggelayut dalam jiwa. Firman adalah anak dari keluarga yang sederhana..Dia bersekolah di SMAN 78. Setiap tahun, Firman selalu menjadi juara 1. Firman memana di beri oleh Allah kecerdasan.Tapi sang jawara kelas ini sekarang telah berubah drastis. Teringat lagi olehnya peristiwa 3 hari yang lalu yang telah membuat hatinya jadi begini
Pada hari itu, Firman dan Andy ke toko buku. Firman emang senang mengoleksi buku-buku yang berbau horror. Dia meminta Andy menemaninya setelah berjanji baha dia akan mentraktir Andy sesudah membeli buku ini. “Woi Firman ,dah ketemu bukunya? kalo udah,langsung aja deh ke PH. Aku dah lper banget nich.?, Andi bertanya kepada Firman.tapi anehnya, Firman tidak mengindahkan perkataan temannya itu. “Woi, Man…kamu denger kan?..tapi tiba-tiba Firman berkata, “aku jatuh cinta.”Hah, kamu kenapa Man? Sakit? “tu cewek banget. Sumpah deh,bener-bener cakep”,Firman terbayang tatapan matanya,senyuman manisnya,pancaran matanya, semua bagai sihir yang membuat hatinya jadi seperti ini..
Dan di kamar ini.Tapi entah kenapa wajah ceek itu selalu terbayang di fikirannya. Di setiap sudut ruang kamarnya. Wajah itu selalu terbayang di pelupuk matanya.Wajahnya seakan menari-nari di langit-langit kamarnya. Tapi kemudian Firman ingat,besok adalah ujian remedi. Nilainya UB nya tadi sangat buruk.Jangankan teman temannya,dirinya pun tak percaya kalau dia bisa mendapat nilai 45.Nilai yang seharusnya tidak didapat oleh seorang juara umum seperti dia. Firman mencoba untuk menghapal materi yang akan di ujiankan. Tapi fikirannya tidak mau jalan.Seakan menemui jalan buntu.”Duh …..susah banget sich? Firman mencoba untuk lebih konsentrasi.Tetapi usahanya gagal. Kenapa selalu dia sih yang muncul? Kayaknya aku dah gila” Firman menjadi frustasi dibuatnya. ” Kenapa kamu gak pergi dari fikiranku???????


ΘΘΘΘΘΘΘΘΘΘΘ


”Firman,kemari sebentar!”,Ibu Rita memanggilku setelah ujian remedi. ”Ada apa Bu?”,Firman menjawab pertanyaan gurunya.”Ibu tidak tahu apa yang terjadi padamu.Tapi ini bukan seperti kamu yang biasanya.Apa kamu ada masalah?.Nilai remedi kamu tidak banyak berubah.Kalau ada masalah, katakan saja. Jangan segan segan untuk cerita dengan ibu.Ibu akan siap mendengarkannya”. Firman melihat nilai remedinya,50. Kenapa tidak jauh berbeda? Padahal dia sudah belajar semalaman.Tapi tidak dipungkiri bahwa dia tidak belajar dengan serius.Karena wajah cewek yang di sukainya selalu ada dalam bayangannya. ”Fir,kamu dapat berapa? Kamu pasti bisa ….ya khan?”,Irwan menghampiri Firman yang sedang melihat kertas UBnya. Ya ampun 50?.Capek deh…..Kok bisa dapat nilai 50 sih Fir?Padahal ini khan soal yang kemarin.?” Firman hanya menunduk dan diam terpaku.Entah apa yang difikirkannya. “Kok kamu sekarang jadi lain sih?.Kayak orang gak makan 1 minggu aja. Kenapa,ada masalah yah?”Ani menghampiri Firman. “Man,kalau kamu ada masalah,cerita ma kita-kita. Jangan disimpan sendiri.Memang ada masalah apa sih?”,Andi menyambung perkataan Ani. Mulanya Firan menolak untuk cerita dengan teman temannya.Karena dia tidak mau orang lain menanggung masalahnya.Cukup dia saja yang memikirkannya.Tapi teman-temannya terus mendesaknya.”Ini soal cewek”,Firman memulai ceritanya.”Cewek? siapa?”,Tanya Ani sambil terus memperhatikan Firman. “Begini, kemari tuh si Firman katanya ketemu cewek cantik. Dan dia bilang dia jatuh cinta sama dia”, Andi lalu menjelaskan kejadian yang dialaminya bersama Harun di toko buku itu. “Tapi emang bener kok, aku jatuh cinta ma cewek itu. Dan aku tidak bakal bisa ngelupain dia Setiap saat bayangannya ada dalam fikiranku.Entah setan apa yang membuatku seperti ini.Aku gak tau mesti gimana lagi.”,Firman berkata dengan sedih  
”Istighfar Fir,cinta itu buta.Mencintai adalah hal yang fitrah.Tapi jangan sampai cinta membuatmu begini.Cinta pada manusia hanya akan membuat kita merana.Nafsu yang akan banyak bersarang dalam hatimu.Jangan sampai cinta membuatmu lupa pada Allah.Yakinlah cinta pada Allah lebih baik daripada apapun. Allah akan selalu ada dan melindungi kita,hambanya dalam keadaan senang maupun sedih apabila hambanya sangat mencintainya.Kamu telah dibutakan oleh nafsu.Perbanyaklah mengingat Allah.Jangan biarkan Erni merasuki jiwa dan ragamu”,Irwan mengungkapkan kata kata bijaknya. ”Apa kamu sudah memperbanyak shalat tahajjudmu dan baca alquran?,Irwan kembali melanjutkan perkataanya.”Sudah. Aku sudah mencobanya. Tapi,ah…ngomong memang mudah.Tapi ngelakuinnya susah.Aku gak bisa.”,Firman terlihat putus asa saat mengatakannya.” Tapi gimanapun ini gak baik buat kamu.”,Ani mencoba untuk menasehati Firman.”Cie…Pak ustad kita nih ye….,Aku gak nyangka dia bisa ngomong kayak gini.”Andi menggoda Irwan. ”Apaan sih?.Kamu kira aku gak bisa… gitu?Mang nya ustad doang yang bisa kayak gitu?Aku juga bisa tau!”.Irwan menjawabnya sambil menggerutu.”Iya emang gak bisa….hayo mo ngapa kamu sekarang?,kata Andi tetap menggoda Irwan.  ”Eh…sudah-sudah.Kok malah kalian yang kelahi sih. Yang punya masalah sekarang Firman atau kalian sih? Harusnya kalian cari solusi buat Firman.Bukan malah kayak gini!” Ani melerai pertengkaran yang gak jelas itu.”Iya …iya,maaf deh.Gitu aja kok marah sih…?”Ujar Andi
“Tapi bener apa yang dikatakan oleh Irwan.Jika Erni adalah jodohmu,kamu gak perlu khawatir.Soal jodoh sudah diatur oleh Allah SWT.Bila tiba waktunya,Jodohmu akan datang dengan  sendirinya. Dan lihatlah keadaanmu sekarang.Kamu makin terpuruk Fir.Jangan hancurkan hidupmu,”Ani kembali berkata tanpa bermaksud mengguruinya. “Iya, lagian juga kanu gak tau kan dia itu siapa? Rumahnya dimana?”,Ujar Irwan sambil memakan roti yang telah dia beli sebelumnya. ”Eh….mau dong”,Andi berusaha merebut rotinya Irwan.”Gak,enak aja.beli dong…minta aja yang bisa”,Irwan berusaha mempertahankan rotinya. ”Ih…pelit banget sih.Ntar kuburannya sempit loh!, Andi ngomong sambil menakuti Irwan. ”Biarin…Lagipula gak papa kalau kalau aku gak ngasih orang pelit kayak kamu.” Irwan meledek membalas Andi. ”Eh udah-udah pusing tau gak dengerin celoteh kalian.Berisik banget sih”,bel segera bunyi ketika Ani menyudahi omongannya. ”Ayo Fir,masuk.Biarin aja mereka kelahi sampai bosan.Udah jangan peduliin mereka.Aneh deh,tiap hari kelahi mulu”, Ani berkata sambil mengajak Firman yang tetap saja tanpa ekspresi yang berarti.”Eh…kalian mo kemana?Jangan tinggalin aku dong!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar