WELCOME...

ASSALAMU`ALAIKUM WR.WB...
"sebuah tulisan adalah sejarah bagi dunia"
dengan tulisan bisa mengabadikan segalanya..

Jumat, Juni 24, 2011

Kisah Menyentuh Seorang Ibu Tua



Alkisah di sebuah desa, ada seorang ibu yang sudah tua, hidup berdua dengan anak satu-satunya
Suaminya sudah lama meninggal karena sakit
Sang ibu sering kali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya.
Anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam dan banyak lagi

Ibu itu sering menangis meratapi nasibnya yang malang, Namun ia sering berdoa memohon kepada Tuhan: “Tuhan tolong sadarkan anakku yang kusayangi, supaya tidak berbuat dosa lagi

Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati”

Namun semakin lama si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya, sudah sangat sering ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang dilakukannya

Suatu hari ia kembali mencuri di rumah penduduk desa, namun malang dia tertangkap
Kemudian dia dibawa ke hadapan raja utk diadili dan dijatuhi hukuman pancung
pengumuman itu diumumkan ke seluruh desa, hukuman akan dilakukan keesokan hari
di depan rakyat desa dan tepat pada saat lonceng berdentang menandakan pukul enam pagi

Berita hukuman itu sampai ke telinga si ibu dia menangis meratapi anak yang dikasihinya dan berdoa berlutut kepada Tuhan “Tuhan ampuni anak hamba, biarlah hamba yang sudah tua ini yang menanggung dosa nya”


Dengan tertatih tatih dia mendatangi raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan
Tapi keputusan sudah bulat, anakknya harus menjalani hukuman

Dengan hati hancur, ibu kembali ke rumah Tak hentinya dia berdoa supaya anaknya diampuni, dan akhirnya dia tertidur karena kelelahan Dan dalam mimpinya dia bertemu dengan Tuhan

Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan, rakyat berbondong2 manyaksikan hukuman tersebut Sang algojo sudah siap dengan pancungnya dan anak sudah pasrah dengan nasibnya

Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, dan tanpa terasa ia menangis menyesali perbuatannya Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba

Sampai waktu yang ditentukan tiba, lonceng belum juga berdentang sudah lewat lima menit dan suasana mulai berisik, akhirnya petugas yang bertugas membunyikan lonceng datang

Ia mengaku heran karena sudah sejak tadi dia menarik tali lonceng tapi suara dentangnya tidak ada
Saat mereka semua sedang bingung, tiba2 dari tali lonceng itu mengalir darah Darah itu berasal dari atas tempat di mana lonceng itu diikat

Dengan jantung berdebar2 seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah

Tahukah anda apa yang terjadi?

Ternyata di dalam lonceng ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah
dia memeluk bandul di dalam lonceng yang menyebabkan lonceng tidak berbunyi,
dan sebagai gantinya, kepalanya yang terbentur di dinding lonceng

Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata
Sementara si anak meraung raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan
Menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan mengikat dirinya di lonceng Memeluk besi dalam lonceng untuk menghindari hukuman pancung anaknya

from :http://kumpulanceritamotivasi.blogspot.com/2009/08/kisah-menyentuh-seorang-ibu-tua.html

30 Hari Sebelum Ajal: Sweet Memory



Cobalah renungkan sejenak Sweet Memory terindah di dalam kehidupan Anda, sambil mengenang masa-masa yang indah tersebut. Misalnya masih teringat olehku suatu kenangan terindah sewaktu aku masih bersamanya, sewaktu aku masih menjalani hidup penuh dengan kebahagiaan, sewaktu cinta itu masih ada bersamanya, masih melekat erat dan masih memberikan senyumnya padaku…..Marilah kita ber-nostalgi sejenak sambil mengenang pada saat ketika kita khusus bangun tengah malam, karena ingin melihat pertandingan tinju Mohammad Ali, atau dimana setiap sore rajin nonton Bonanza, Daktari, Kojak, ChiPs. Lagipula pada saat itu kita tidak perlu gunta-ganti program masalahnya hanya ada satu program saja dari TV-RI. Musik yang ngetop pada saat itu dari Tom Jones, Beatles, Bee Gees, Koes Ploes. Pada saat rambut disasak, ataupun pakai Tanco minyak rambut yang melekit, agar penampilan bisa mirip seperti Charles Bronson. Betapa cantiknya dahulu ketika kita mengenakan celana kulot

Pada umumnya orang senang mengenang kembali masa remajanya atau pada saat usia puber. Mengenang Date yang pertama dimana kita nonton atau makan bareng. Renungkanlah oleh Anda ketika masa pacaran pertama di sekolah/kuliah atau pada saat pergi liburan keluar kota.

Sweet Memory tidak harus selalu ada kaitannya dengan pacaran, misalnya bisa juga pada saat kita pertama kali mengendarakan motor/mobil atau pada saat kita pentas atau pada saat merayakan pesta HUT ataupun pesta perkawinan dll-nya. Sweet Memory tidak tergantung dari usia buktinya mang Ucup masih mengalami banyak sekali Sweet Memories setelah usia kepala enam.

Sayangnya Sweet Memories ini tidak bisa diulang balik, karena kita tidak bisa memutar balik jam waktu. Mungkin pada saat tersebut kita pernah merasakan sakitnya, karena merasa dihianati, tetapi kalau direnungkan kembali, lebih banyak masa indahnya daripada sakitnya oleh sebab itulah kita senang mengingatnya kembali. Pengalaman negativ seseorang akan lebih mudah dan lebih cepat terlupakan, karena kita lebih senang mengingat hal-hal yang menyenangkan dan positiv.

Menurut Profesor Wildschut dari Universitas Southampton, cara terbaik dan termudah untuk mengurangi beban stress kita ialah dengan cara "Mimpi Mundur" atau mengingat kembali masa-masa indah; diwaktu yang lampau atau dalam istilah kerennya bersnostalgian. Hal ini tidak perlu kita lakukan secara nyata; cukup apabila kita bisa mengenang kembali semuanya di dalam otak kita.

Berdasarkan hasil penelitian ternyata 79% dari manusia di kolong langit ini minimum seminggu sekali secara langsung atau tidak langsung di ingatkan kembali akan masa lampaunya. Misalnya melalui musik, film, lokasi atau bertemu dengan orang-orang tertentu, bahkan dari wangi parfum pun orang bisa teringat kembali akan masa lampaunya.

Pada jaman dahulu kita belum memiliki keinginan untuk barang-barang konsumen seperti sekarang ini. Hidup kita dahulu jauh lebih sederhana dan jauh lebih bersahaja, tapi kita merasa lebih bahagia.

Pada saat itu kita masih bisa menikmarti kasih sayang ibu kita 100%, sebab seorang ibu, mengemban tugasnya sebagai ibu 100% jadi tidak hanya sekedar 10% seperti saat sekarang ini, karena harus membantu sang suami mencari uang. Cobalah lihat keluarga mana yang masih bisa melaksanakan budaya makan bareng seluruh keluarga ?

Semakin tua seseorang semakin banyak pulalah ia membicarakan mengenai masa lampaunya. Semakin tua seseorang semakin ia merasakan kesepian. Dengan bernostalgi kita bisa merasakan kembali bagaimana dahulu kita dikasihi maupun dihargai. Maklum pada saat tersebut, kita masih gagah, muda, cantik dan ganteng dibandingkan dengan sekarang dimana rambut sudah mulai rontok dan beruban, wajahpun sudah penuh dengan keriput. Jadi wajarlah apabila kita lebih senang mengenang akan masa emas atau masa jaya kita diwaktu muda

Sweet Memories adalah miliki kita satu-satunya yang paling indah yang tidak akan hilang dimakan waktu dan tidak bisa diambil oleh siapapun juga. Sweet Memories ini sudah menjadi bagian dari hidup kita yang dibawa ke manapun kita pergi. Percayalah pada saat Anda sedang merasa duka dan tidak tahu lagi apa yang harus Anda lakukan, selainnya berdoa, usahakanlah untuk mengingat kembali kenangan indah Anda. Pasti ini akan bisa menghibur Anda !




Bekerjalah dengan Cinta



Wanita paruh baya itu berperawakan pendek dan sedikit gemuk. Beberapa helai uban turut menghiasi mahkota kepalanya yang diikat dengan penjepit rambut. Namun raut wajah bulat telur itu seakan tak pernah sekalipun terlihat cemberut. Ia selalu tampak riang, sehingga menyembunyikan parasnya yang jelas telah digurati keriput.

Wanita itu memang tidak terlalu rentan, tetapi kekuatan dan kegesitan di masa mudanya niscaya telah direnggut usia. Karenanya, percayakah bahkan dari dirinya pun akan ada sebuah pelajaran tentang makna cinta?

* * *

Selalu…

Sabtu adalah hari yang ditunggu. Hari di mana nafas bisa dihela dengan panjang, dan sejenak mengistirahatkan raga dari rentetan kesibukan yang melelahkan. Saatnya pula untuk menikmati kebersamaan dengan seisi anggota keluarga. Sehingga, berbelanja di sebuah supermarket dekat rumah pun menjadi hiburan yang tak kalah meluahkan kebahagiaan.

Namun sepertinya tidak bagi wanita itu. Bagaikan tak mengenal hari libur, nyaris setiap waktu sosoknya selalu kutemui di sekitar kokusai kouryuu kaikan serta kampus.


Layaknya hari kerja, dikemasnya sampah-sampah yang berserakan serta dipisahkan antara yang terbakar dan tidak. Lantas ditaruhnya pada plastik yang berbeda warna. Sebentar kemudian diambilnya kain untuk mengelap kursi dan meja. Tak lupa, dengan vacuum cleaner dibersihkannya juga permukaan lantai. Setelah selesai ia segera beranjak ke toilet, lalu dengan mengenakan sarung tangan plastik dibersihkannya bekas kotoran manusia tersebut tanpa raut muka jijik.

Ia seperti tak peduli rasa lelah atau letih, walaupun terlihat pakaian seragam cleaning service biru mudanya telah basah bersimbah keringat. Tak juga kepenatan menyurutkan keramahannya untuk bertegur sapa dengan siapa saja saat bertemu muka.

Wanita itu entah siapa namanya. Hanya dengan panggilan obachan ia biasa disapa. Saat bersua denganku, juga selalu disempatkannya bertanya kabar. Bahkan ia pernah bercerita panjang lebar tentang anak-anak serta cucunya karena sering melihatku berjalan-jalan dengan keluarga. Beberapa kali pula saat usai kerja kulihat ia sedang berbelanja, masih lengkap dengan seragam biru mudanya. Lantas ditaruh barang-barang tersebut dikeranjang, dan perlahan dikayuhnya pedal sepeda tua untuk beranjak pulang.

Entahlah, rasanya tak ada perasaan iri dihatinya saat di hari libur ia ternyata harus bekerja, sementara aku justru berleha-leha. Ia bahkan tetap saja semangat bekerja dengan penuh suka cita. Begitu pula dengan obachan dan ojichan lain yang pernah kutemui, mereka selalu asyik menikmati pekerjaannya. Mencabut rumput liar di pekarangan kampus ketika musim panas, menyapu jalanan dari daun yang berserakan pada musim gugur, bahkan dengan bersusah payah turut menyerok tumpukan bongkahan salju di musim dingin.

Terlihat betapa bergairahnya mereka ketika memang waktunya harus bekerja. Gairah dalam bentuk kesungguhan dalam menekuni apapun jenis pekerjaan, yang mungkin tak dipandang orang walau dengan sebelah mata. Karenanya, tak terdengar ngalor-ngidul obrolan hingga jam istirahat tiba untuk sejenak melepaskan lapar dan dahaga. Berselang satu jam kemudian, mereka akan kembali sibuk menekuni pekerjaannya. Senantiasa egitu, dari waktu ke waktu.

Rutinitas mereka mungkin tidaklah istimewa. Bekerja demi memperoleh sedikit nafkah atau sekedar menghabiskan waktu luang, tentu lebih baik dari bermalas-malasan di rumah. Terlebih-lebih itu adalah pekerjaan kasar, bukan kerja kantoran yang menyenangkan dengan penyejuk atau pemanas ruangan.

Lalu mengapa mereka selalu saja bekerja seolah tak pupus oleh lelah? Bahkan bekerja bagaikan sebuah energi yang tak kunjung padam, mengalir dalam pembuluh darah serta menggerakkan jiwa dan raganya.

Sekejap akupun tepekur, kemudian mahsyuk merenung…

Dan kulihat ada gairah membara yang berpendar dari balik kerut-merut kelopak mata tua itu. Seolah sinar matanya menyiratkan pesan agar bekerjalah dengan cinta. Karena bila engkau tiada sanggup, maka tinggalkanlah. Kemudian ambil tempat di depan gapura candi untuk meminta sedekah dari mereka yang bekerja dengan suka cita. (Kahlil Gibran). Wallahu a’lamu bish-shawaab.
-Abu Aufa-

Catatan:
- Kokusai kouryuu kaikan: International House
- Obachan: wanita berumur, setengah tua
- Ojichan: pria berumur, setengah tua

from : http://kumpulanceritamotivasi.blogspot.com/2009/08/kisah-1001-kelereng.html

Cerita Seorang Guru

Menjadi guru, bukanlah pekerjaan mudah. Didalamnya, dituntut pengabdian, dan
juga ketekunan. Harus ada pula kesabaran, dan welas asih dalam menyampaikan
pelajaran. Sebab, sejatinya, guru bukan hanya mendidik, tapi juga mengajarkan.
Hanya orang-orang tertentu saja yang mampu menjalankannya.

Menjadi guru juga bukan sesuatu yang gampang. Apalagi, menjadi guru bagi
anak-anak yang mempunyai “keistimewaan”. Dan saya, merasa beruntung sekali dapat
menjadi guru mereka, walau cuma dalam beberapa jam saja. Ada kenikmatan
tersendiri, berada di tengah anak-anak dengan latar belakang Cerebral Palsy
(sindroma gangguan otak belakang).

Suatu ketika, saya diminta untuk mendampingi seorang guru, di sebuah kelas
khusus bagi penyandang cacat. Kelas itu, disebut dengan kelas persiapan, sebuah
kelas yang berada dalam tingkatan awal di YPAC Jakarta. Lazimnya, anak-anak
disana berumur antara 9-12 tahun, tapi kemampuan mereka setara dengan anak
berusia 4-5 tahun, atau kelas 0 kecil.


Saat hadir disana, kelas tampak ramai. Mereka rupanya sedang bermain susun
bentuk dan warna. Ada teriak-teriakan ganjil yang parau, dan hentakan-hentakan
kepala yang konstan dari mereka. Ada pula tangan-tangan yang kaku, yang sedang
menyusun keping-keping diagram. Disana-sini terserak mainan kayu dan plastik.
Riuh. Bangku-bangku khusus berderak-derak, bergesek dengan kursi roda sebagian
anak yang beradu dengan lantai.

Saya merasa canggung dengan semua itu. Namun, perasaan itu hilang, saat melihat
seorang guru yang tampak begitu telaten menemani anak-anak disana. “Mari masuk,
duduk sini dekat Si Abang, dia makin pinter lho bikin huruf,” begitu panggilnya
kepada saya. Saya berjalan, melewati anak-anak yang masih sibuk dengan tugas
mereka. Ah benar saja, si Abang, anak berusia 11 tahun yang mengalami Cerebral
Palsy dengan pembesaran kepala itu, tampak tersenyum kepada saya. Badannya
melonjak-lonjak, tangannya memanggil-manggil seakan ingin pamer dengan
kepandaiannya menyusun huruf.

Subhanallah, si Abang kembali melonjak-lonjak. Saya kaget. Saya tersenyum. Dia
tergelak tertawa. Tak lama, kami pun mulai akrab. Dia tak malu lagi dibantu
menyusun angka dan huruf. Susun-tempel-susun-tempel, begitu yang kami lakukan.
Ah, saya mulai menikmati pekerjaan ini. Dia pun kini tampak bergayut di tangan
saya. Tanpa terasa, saya mengelus kepalanya dan mendekatkannya ke dada. Terasa
damai dan hangat.

Sementara di sudut lain, sang Ibu guru tetap sabar sekali menemani semua anak
disana. Dituntunnya tangan anak-anak itu untuk meniti susunan-susunan gambar.
Dibimbingnya setiap jemari dengan tekun, sambil sesekali mengajak mereka
tersenyum. Tangannya tak henti mengusap lembut ujung-ujung jemari lemah itu.
Namun, tak pernah ada keluh, dan marah yang saya dengar.

Waktu berjalan begitu cepat. Dan kini, waktunya untuk pulang. Setelah
membereskan beberapa permainan, anak-anak pun bersiap di bangku masing-masing.
Dduh, damai sekali melihat anak-anak itu bersiap dengan posisi serapih-rapihnya.
Tangan yang bersedekap diatas meja, dan tatapan polos kearah depan, saya yakin,
membuat setiap orang tersenyum. Ibu guru pun mulai memimpin doa, memimpin setiap
anak untuk mengatupkan mata dan memanjatkan harap kepada Tuhan.

Damai. Damai sekali mata-mata yang mengatup itu. Teduh. Teduh sekali melihat
mata mereka semua terpejam. Empat jam sudah saya bersama “malaikat-malaikat”
kecil itu. Lelah dan penat yang saya rasakan, tampak tak berarti dibanding
dengan pengalaman batin yang saya alami. Kini, mereka bergerak, berbaris menuju
pintu keluar. Tampak satu persatu kursi roda bergerak menuju ke arah saya.
Ddduh, ada apa ini?

Lagi-lagi saya terharu. Setibanya di depan saya, mereka semua terdiam,
mengisyaratkan untuk mencium tangan. Ya, mereka mencium tangan saya, sambil
berkata, “Selamat siang Pak Guru..” Ah, perkataan yang tulus yang membuat saya
melambung. Pak guru…Pak Guru, begitu ucap mereka satu persatu. Kursi roda
mereka berderak-derak setiap kali mereka mengayuhnya menuju ke arah saya.
Derak-derak itu kembali membuat saya terharu, membayangkan usaha mereka untuk
sekedar mencium tangan saya.

Anak yang terakhir telah mencium tangan saya. Kini, tatapan saya bergerak ke
samping, ke arah punggung anak-anak yang berjalan ke pintu keluar. Dalam diam
saya berucap, “..selamat jalan anak-anak, selamat jalan malaikat-malaikat
kecilku…” Saya membiarkan airmata yang menetes di sela-sela kelopak. Saya
biarkan bulir itu jatuh, untuk melukiskan perasaan haru dan bangga saya. Bangga
kepada perjuangan mereka, dan juga haru pada semangat yang mereka punya.

***

Teman, menjadi guru bukan pekerjaan mentereng. Menjadi guru juga bukan pekerjaan
yang gemerlap. Tak ada kerlap-kerlip lampu sorot yang memancar, juga
pendar-pendar cahaya setiap kali guru-guru itu sedang membaktikan diri. Sebab
mereka memang bukan para pesohor, bukan pula bintang panggung.

Namun, ada sesuatu yang mulia disana. Pada guru lah ada kerlap-kerlip cahaya
kebajikan dalam setiap nilai yang mereka ajarkan. Lewat guru lah memancar
pendar-pendar sinar keikhlasan dan ketulusan pada kerja yang mereka lakukan.
Merekalah sumber cahaya-cahaya itu, yang menyinari setiap hati anak-anak didik
mereka.

Dari gurulah kita belajar mengeja kata dan kalimat. Pada gurulah kita belajar
lamat-lamat bahasa dunia. Lewat guru, kita belajar budi pekerti, belajar
mengasah hati, dan menyelami nurani. Lewat guru pula kita mengerti tentang
banyak hal-hal yang tak kita pahami sebelumnya. Tak berlebihankah jika kita
menyebutnya sebagai pekerjaan yang mulia?

Teman, jika ingin merasakan pengalaman batin yang berbeda, cobalah menjadi guru.
Rasakan kenikmatan saat setiap anak-anak itu memanggil Anda dengan sebutan itu,
dan biarkan mata penuh perhatian itu memenuhi hati Anda. Ada sesuatu yang
berbeda disana. Cobalah. Rasakan.


Kisah 1001 Kelereng


Makin tua, aku makin menikmati Sabtu pagi. Mungkin karena adanya keheningan sunyi senyap sebab aku yang pertama bangun pagi, atau mungkin juga karena tak terkira gembiraku sebab tak usah masuk kerja. Apapun alasannya, beberapa jam pertama Sabtu pagi amat menyenangkan.

Beberapa minggu yang lalu, aku agak memaksa diriku ke dapur dengan membawa secangkir kopi hangat di satu tangan dan koran pagi itu di tangan lainnya. Apa yang biasa saya lakukan di Sabtu pagi, berubah menjadi saat yang tak terlupakan dalam hidup ini. Begini kisahnya.

Aku keraskan suara radioku untuk mendengarkan suatu acara Bincang-bincang Sabtu Pagi. Aku dengar seseorang agak tua dengan suara emasnya. Ia sedang berbicara mengenai seribu kelereng kepada seseorang di telpon yang dipanggil “Tom”. Aku tergelitik dan duduk ingin mendengarkan apa obrolannya.


“Dengar Tom, kedengarannya kau memang sibuk dengan pekerjamu. Aku yakin mereka menggajimu cukup banyak, tapi kan sangat sayang sekali kau harus meninggalkan rumah dan keluargamu terlalu sering. Sulit kupercaya kok ada anak muda yang harus bekerja 60 atau 70 jam seminggunya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk menonton pertunjukan tarian putrimu pun kau tak sempat”.

Ia melanjutkan : “Biar kuceritakan ini, Tom, sesuatu yang membantuku mengatur dan menjaga prioritas apa yang yang harus kulakukan dalam hidupku”.

Lalu mulailah ia menerangkan teori “seribu kelereng” nya.” Begini Tom, suatu hari aku duduk-duduk dan mulai menghiitung-hitung. Kan umumnya orang rata-rata hidup 75 tahun. Ya aku tahu, ada yang lebih dan ada yang kurang, tapi secara rata-rata umumnya kan sekitar 75 tahun. Lalu, aku kalikan 75 ini dengan 52 dan mendapatkan angka 3900 yang merupakan jumlah semua hari Sabtu yang rata-rata dimiliki seseorang selama hidupnya. Sekarang perhatikan benar-benar Tom, aku mau beranjak ke hal yang lebih penting”.

“Tahu tidak, setelah aku berumur 55 tahun baru terpikir olehku semua detail ini”, sambungnya, “dan pada saat itu aku kan sudah melewatkan 2800 hari Sabtu. Aku terbiasa memikirkan, andaikata aku bisa hidup sampai 75 tahun, maka buatku cuma tersisa sekitar 1000 hari Sabtu yang masih bisa kunikmati”.

“Lalu aku pergi ketoko mainan dan membeli tiap butir kelereng yang ada. Aku butuh mengunjungi tiga toko, baru bisa mendapatkan 1000 kelereng itu. Kubawa pulang, kumasukkan dalam sebuah kotak plastik bening besar yang kuletakkan di tempat kerjaku, di samping radio. Setiap Sabtu sejak itu, aku selalu ambil sebutir kelereng dan membuangnya”.

“Aku alami, bahwa dengan mengawasi kelereng-kelereng itu menghilang, aku lebih memfokuskan diri pada hal-hal yang betul-betul penting dalam hidupku. Sungguh, tak ada yang lebih berharga daripada mengamati waktumu di dunia ini menghilang dan berkurang, untuk menolongmu membenahi dan meluruskan segala prioritas hidupmu”.

“Sekarang aku ingin memberikan pesan terakhir sebelum kuputuskan teleponmu dan mengajak keluar istriku tersayang untuk sarapan pagi. Pagi ini, kelereng terakhirku telah kuambil, kukeluarkan dari kotaknya. Aku berfikir, kalau aku sampai bertahan hingga Sabtu yang akan datang, maka Allah telah meberi aku dengan sedikit waktu tambahan ekstra untuk kuhabiskan dengan orang-orang yang kusayangi”.

“Senang sekali bisa berbicara denganmu, Tom. Aku harap kau bisa melewatkan lebih banyak waktu dengan orang-orang yang kau kasihi, dan aku berharap suatu saat bisa berjumpa denganmu. Selamat pagi!”

Saat dia berhenti, begitu sunyi hening, jatuhnya satu jarumpun bisa terdengar ! Untuk sejenak, bahkan moderator acara itupun membisu. Mungkin ia mau memberi para pendengarnya, kesempatan untuk memikirkan segalanya. Sebenarnya aku sudah merencanakan mau bekerja pagi itu, tetapi aku ganti acara, aku naik ke atas dan membangunkan istriku dengan sebuah kecupan.

“Ayo sayang, kuajak kau dan anak-anak ke luar, pergi sarapan”. “Lho, ada apa ini…?”, tanyanya tersenyum. “Ah, tidak ada apa-apa, tidak ada yang spesial”, jawabku, “Kan sudah cukup lama kita tidak melewatkan hari Sabtu dengan anak-anak ? Oh ya, nanti kita berhenti juga di toko mainan ya? Aku butuh beli kelereng.”

Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)
Dikutip dari Indonesian groups

Dari setiap satu kelereng yang telah terbuang, apakah yang telah anda dapatkan ?

Apakah ……..
kesedihan
keraguan
kebosanan
rasa marah
putus asa
hambatan
permusuhan
pesimis
kegagalan ?

ataukah …….
kebahagiaan
kepercayaan
antusias
cinta kasih
motivasi
peluang
persahabatan
optimis
kesuksesan ?

Waktu akan berlalu dengan cepat. Tidak banyak kelereng yang tersisa dalam kantong anda saat ini. Gunakan secara bijak untuk memberikan kebahagiaan yang lebih baik bagi anda sendiri, keluarga, dan lingkungan anda.

from : http://kumpulanceritamotivasi.blogspot.com

Kamis, Maret 31, 2011

Sigma-Istikharah Cinta

Album : Nasyid 

By : Sigma-Istikharah Cinta



Bersaksi cinta diatas cinta

Dalam alunan tasbih ku ini

Menerka hati yang tersembunyi

Berteman dimalam sunyi penuh do'a



Sebut nama Mu terukir merdu

Tertulis dalam sajadah cinta

Tetapkan pilihan sebagai teman

Kekal abadi hingga akhir zaman



Istikharah cinta memanggilku

Memohon petunjukmu

satu nama teman setia

Naluriku berkata



Dipenantian luahan rasa

Teguh satu pilihan

Pemenuh separuh nafasku

Dalam mahabbah rindu



diistikharah cinta..
Chord Nasyid
Hanya PadaMu
Album : Neo Sholawat
Munsyid : Snada 


Am        Em        C         Dm
Ya Robbii Ya Robbii Ya Robbii Ya Robbii
C       G        Em
Tuhan kami Ya Robbii
Am        Em        C         Dm
Ya Robbii Ya Robbii Ya Robbii Ya Robbii
C       G        Am
Tuhan kami Ya Robbii

    F       G       C       Am
Segala puji hanya pada-Mu Allah
  F        G    C       Am
Tuhan bagi semesta alam
       F       G
Yang Maha Pengasih
      C       Am
Dan Maha Penyayang
     F     G     Am
Penguasa hari pembalasan


Am        Em        C         Dm
Ya Robbii Ya Robbii Ya Robbii Ya Robbii
C       G        Em
Tuhan kami Ya Robbii
Am        Em        C         Dm
Ya Robbii Ya Robbii Ya Robbii Ya Robbii
C       G        Am
Tuhan kami Ya Robbii

      F      G       C         Am
Hanya kepada-Mu kami kan menyembah
    F       G    C       Am
Dan memohon pertolonganMu
       F       G
Tunjukkanlah kami
      C         Am
Jalan-Mu yang lurus
      F       G    Am
Jalan yang Engkau anugerahi

F  G           C            Am
Ya.. Allah anugrah yang Kau beri
  F   G           C   Am
Penuh.. dengan nikmat
F  G       C            Am
Ya.. Allah jangan kau beri kami
  F
Jalan yang sesat
G             Dm  G
Dan Engkau murkai..
  Am
Aamiin
KEINDAHAN DAN CINTA 

Keindahan…

Tidaklah berada di wajah,

Keindahan…

Adalah kilatan cahaya dalam hati



Cinta tidak memberi apa-apa

Kecuali diriny…

Dan tidak membawa ap-apa

Kecuali dari dirinya



Cinta tidak memiliki

Ataupun dimiliki

Karena cinta

Sudah cukup bagi cinta…



-kahlil Gibran-

Senin, Maret 28, 2011

symfoni cinta part 2

Sesudah kejadian Firman jatuh cinta itu, Firman kian hari menjadi semakin parah.Teman-temannya berusaha untuk menghiburnya. Mereka tidak kuasa melihat Firman yang mereka kenal anak yang ceria menjadi seperti ini. Mereka berusaha sekuat tenaga untuk mengembalikan keceriaan Firman yang telah hilang. “Udahlah man….jangan terus-terusan kayak gini.Sehari saja gak mikirin dia kenapa sih? Kenapa kamu jadi kayak gini?,ujar Andi sambil menatap sahabatnya. ”Udahlah…pergi sana jangan ganggu aku lagi.Biarkan aku sendiri!” Firman mentap kosong ke arah sahabat karibnya itu.”Gak,kami gak akan ninggalin kamu kayak gini.Fir…udah dong berhenti mikirin dia.Masih banyak cewek di luar sana yang lebih baik buat kamu.”Ani menatap sedih ke arah Firman.”Udah deh,ngapain kalian mikirin aku! Kalian gak usah ikut campur dengan urusanku.Pergi sana jangan ganggu aku lagi!” Firman menyuruh temannya itu unutuk pergi. ”Eh…apa sih yang ada di fikiran lo? Liat keadaan lo sekarang.Kayak mayat idup tau gak. Sadar dong! Lo aja gak kenal ama tuh cewek. Trus Cuma gara-gara dia lo jadi kek gini? Lo tuh dah gila tau gak!”Kata kata lo-guenya Irwan kumat.Dia selalu gitu kalau lagi marah sama seseorang. ”Iya, gue emang udah gila, terus lo mo ngpa? Lo tuh gak tau rasanya jatuh cinta. Tersiksa tau gak. Pokonya gue bakal cari tuh cewek sampai ketemu. Biar apapun yang terjadi, dia bakal jadi milik gue ”,Firman menatap Irwan dengan mata yang merah menyala. Lalu tiba-tiba saja Firman segera hendak meninju Irwan.Tapi segera di cegah oleh Andi.”Fir..kamu kenapa sih? Seharusnya kamu seneng ada orang yang merhatiin kamu tau gak?”. Firman menyela perkataan Andi. ”Gue gak butuh belas kasihan dari lo semua. ”Firman gak ada yang merasa kasihan ma kamu.Kami Cuma ingin menolongmu sebagai sahabat.Kami tuh sayang sana kamu”,Ani berusaha memberi pengertian pada Firman. ”Ah..udah.Basi banget sih.Bilang aja kalian tuh kasian ma gue. Gue gak butuh kalian semua. Gue yakin,gue bisa ngedapetin dia .”Andi dan Ani berusaha menahan Irwan supaya gak menghajar Firman.Karena mereka melihat dia sudah mengepalkan tangannya.

ΘΘΘΘΘΘΘΘΘΘ

“Assalamu'alaikum..”,Akhirnya Firman tiba di rumahnya. ”Wa'alaikumsalam.”Firman,Kok kamu sudah pulang’Ibunya heran melihat kedatangan Firman yang lebih cepat dari biasanya. “kok udah pulang? Ada acara ya di sekolah?” ”Bu…Firman capek banget.Firman mau istirahat dulu.”Firman langsung menuju kamarnya.Ibunya menjadi bingung dengan sikap anaknya yang seperti itu biasanya dia selalu pulang menjelang Magrib. Firman memang juga aktif di berbagai organisasi sekolah.Itu juga yang menyebabkan dia dikenal hamper oleh semua Penghuni sekolahnya.Menjelang magrib,Firman baru bangun dari tempat tidurnya.”Kamu sudah bangun toh nak? Mandi dulu sana.Siap-siap mo shalat maghrib”,Ibunya berkata sambil menanak nasi.”Baik Bu”,Firman lalu melangkah ke kamar mandi. Tiba-tiba.”Ibu…Lita udah pulang Bu…”.Lita,adik satu satunya Firman rupanya baru pulang dari sekolah.”Lita…kok gak ngucapin salam sih? Lagian kenapa pulangnya sorean gini? Kemana aja kamu?” Lita menjawab pertanyaan ibunya,”Sorry Bu…tadi Lita ke rumah temen dulu.Dia bilang dia punya novel yang baru saja dia beli.Lita juga mo minjam film ma dia.Jadi Lita ke rumah dia dulu deh…Sekali lagi sorry ya Ibuku yang cantik.”  “Lain kali kalo mo pergi,bilang dulu kenapa?Mbok ya jangan bikin orang cemas gitu toh duk.”Ibunya menasehati Lita. ”Iya…iya,Sorry deh.Jangan marah mulu dong Bu.Ntar cepet tua loh…Ya udah Lita mo mandi dulu nih.Gerah banget nih Bu”,Lita melangkahkan kakinya ke kamar mandi. “Eh jangan…Disana ada kakakmu lagi mandi”,Ibu berusaha mencegah Lita. “Oo, ya udah deh,Lita nonton aja dulu. “kak, cepetan ya mandinya! Jangan lama-lama ya? Gerah banget nih…..
Menjelang tidur, Lita menghampiri kakaknya di dalam kamarnya. “Kak boleh Lita masuk?” Lita lalu masuk ke dalam kamar kakaknya. Tapi yang di temuinya adalah kakaknya sedang melamun di dekat jendela kamarna “Dor, hayo, kakak mikirin siapa?”,Lita lalu menggoda kakaknya. “Apaan sih, gangguin orang aja”,Firman menggerutu kepada adiknya. “Abisnya, bengong aja sih, kakak kenapa?. Ada masalah ya?.” Hmm, kakak mau cerita, tapi janji jangan certain ma siapa siapa ya?” “Oke deh Lita gak bakal bilang siapapun, terus masalahnya pa?” Lita penasaran dengan apa yang kan diceritain kakaknya. “Kakak jatuh cinta sama cewek dek.” “What? Jatuh cinta? Sama siapa kak?” Lita terkejut mendengar perkatan kakaknya. “gak tau…”Firman menceritakan kejadian detailnya kepada adikna. “Jadi kakak ga kenal ama dia? Trus bisa gitu jatuh cinta ma dia? Suka ama dia?.” Ya bisalah dek, ini namanya love at the first sight..”Ih….masak sih ada yang kayak gituan? Lita gak yakin kalo kita bisa cinta sama orang kalo belum  kenal”.“Ya gimana lagi. Kakak cinta sama dia dan bkal mencari dia kemanapun. Kalau perlu sampai ke ujung dunia sekalipun!”


ΘΘΘΘΘΘΘΘΘΘ


 Besoknya, Firman mulai mencari gadis itu di SMA yang terkenal, karena waktu itu dia hanya melihat cewek itu memakai baju SMA. Lalu tiba-tiba Lita menelponnya “Kak, bisa jemput Lita gak? Honda Lita mogok ni”…”Oke, tunggu aja ya”, Firman lalu memutar hondanya ke arah Sekolah Lita siapa tau aja cewek itu ada di sana. Dan setelah sampai disana, Firman harus mencari Lita dulu. Tapi tiba-tiba dia tersentak. Soalnya Lita bersama cewek yang selama ini di carinya. Lalu dia melihat gadis itu sekali lagi. Mana tau dia salah melihat.Tapi berapa kalipun dia mengucek mata, itu adalah ceek yang selama ini menghiasi mimpi-mimpi indahnya. Tiba-tiba “ Kak, sini, Lita disini” Liat lalu meneriaki kakaknya agar ketempatnya berada. Lalu Firman menuju kearah adiknya berada. “Kenalin kak, ini Erni, anak baru disini. Tepatnya baru 2 minggu yang lalu. Erni ini kakakku, Firman namanya. Lalu Firman dan Erni berkenalan dan mereka cepat menjadi akrab satu sama lainnya. “Oo, jadi kamu baru pindah ya. Dulu itnggal diman emangnya?” Firman lalu bertanya kepada Erni. “ Dulu aku tingggal di Makasar. Trus ayahku lalu di pindah tugaskan ke sini” Erni lalu menjawab pertanyaan Firman dengan tersenyum.Lambat laun hubungan mereka menjadi lebih akrab. Dan dia lebih banyak menghabiskan waktunya bersama Erni ketimbang bersama sama sahabatnya. Sebetulnya Ani ingin mereka berteman akrab lagi setelah insiden yang terjadi antara dia dan Irwan. Tapi selalu tidak ada kesempatan, karena dia tidak mau lagi berbicara dengan Ani. Mungkin masih sakit hati atas peristiwa itu. Tapi sungguh di dalam hatinya ini lebih menyakitkan dari yang dia bayangkan. Karena dia harus marahan dengan laki-laki yang diam-diam telah disukainya semejak mereka berkenalna. Tapi dia tidak pernah mengungkapkan cintanya karena takut bahwa Firman akan menjauhinya setelah mendengar pernyatan cintanya. Tapi sekarang, jujur dia merasa sakit hati karena bukan dia gadis yang dicintai Firman. Firman mencintai gadis lain selain dia. Dan rasanya Firman tidak akan pernah suka apalagi cinta kepadanya.

ΘΘΘΘΘΘΘΘΘΘ


Firman gelisah. Sudah beberapa hari ini Lita tidak lagi pernah menghubunginya apalagi bertemu dengannya. Dan sepertinya dia tau orang yang tepat untuk ditanyai mengenai Erni. “Lita, Erni sekolah ga tadi?“ Firman bertanya kepada Lita di kamarnya. “Emangnya kenapa kak?”.“Gak cuman nanya aja.”, Firman lalu merasa aneh .“Emang dia kemana sih. kok ga pernah ke sini lagi sih?. “Oh, iya, aku belum cerita ya? Aku juga tadinya gak percaya dengan cerita ini kak, tapi kayaknya ini emang beneran kejadian deh.” Lita berkata tentang Erni yang membuat Firman semakin bingung. “Apaan sih, cepat bilang dia kenapa?”, Firman semakin mendesak adiknya. “Hmm kalau gak salah hari ini dia mau ke Makasar lagi. Mungkin ayahnya dipindahin tugas lagi. Emang kenapa sih kak? Kakak suka sama dia? Kok khawatir banget sih kayaknya.”, Lita mulai bingung dengan ekspresi kakaknya yang terlalu berlebihan. “Dia tuh cewek yang selama ini kakak cari, yang selama ini kakak sukai. Trus sekarang dia dimana?. “Hah, yang bener kak, sekarang dia lagi di bandara, lagi mo berangkat mungkin. Tapi..” sebelum Lita melanjutkan pembicaraanya Firman sudah melaju cepat ke Bandara. Dia tidak mau kehilangan cintanya. Lagian dia juga belum bilang kalo dia tu cinta banget sama Eni. Padahal hari ini dia ingin mengutaran perasannya sejak dia bertemu dengan Erni., tapi gak mungkin dong sekarang dia harus kehilangna lagi gadis yang dicintainya itu Tiba-tiba Ani dan Irwan datang ke rumah Firman. “Assalamualaikum,Lita ada Firman gak?”, Ani bertanya kepada Lita yang ditemui di halaman depan rumahnya. “Oh, baru aja pergi. Katanya mo nyusul Erni ke Bandara”.”Erni, siapa tuh?”, Irwan baru sekali ini mendengar nama Erni. “Oh, kata kakak sih itu cewek yang selama ini dicarinya. “Ya udah deh, kami mo ke Bandara aa ya nyusulin Firman.” Ani lalu berinisiatif buat ke bandara juga. “Tapi…..”, belum selesai Lita berbicara, Mereka sudah melesat pergi.


ΘΘΘΘΘΘΘΘΘΘ


Firman yang sudah tiba di bandara mencari Erni secepat mungkin. Tapi kayaknya bakalan susah,karena dia gak tau Erni ada di penerbangan yang mana. Dan yang lebih penting dia gak tau Erni udah pergi atau belum. “Please God, jangan sampe aku kehilangan cinta pertamaku, malah belum bilang cinta lagi.Bodoh, ngapa gak dari kemarin sih aku bilang cinta sama dia. Kan sekarang bingung nyariin kemana. Tapi akhirnya Firman melihat Erni yang sedang antri dibarisan paling belakang. “Erni” Firman lalu meneriaki nama Erni sekeras-kerasnya. Erni yang saat itu lagi menunggu giliran kaget karena kenapa Firman ada di bandara ini. “Apa mungkin dia datang buat aku?”, Erni lalu pergi menuju kearah Firman. “Bentar ya ma, pa, keknya ada teman Erni nih. “ Erni lalu meminta izin kepada kedua orang tuanya. “Firman, ngapain disini?” Erni berbicara sambil memandang ke arah Firman. “Aku datang buat kamu, aku cinta sama kamu. Aku sayang sama amu. Dan aku pengen kamu jadi pacar aku.” Firman berkata terus terang kepada Erni. “Hah, apa? Cinta sama aku? Pacar?Aku gak ngerti maksudnya. Firman lalu menjelaskan semuanya kepada Erni. “Sejak pertama kali aku liat kamu di toko buku itu, aku dah langsung suka sama kamu. Dan perasaan aku tambah besar ketika akhirnya aku bertemu dengan kamu. Kamu mau ya jadi pacar aku?” Firman lalu berlutut di hadapan Erni. Erni yang saat itu bingung, terkejut melihat apa yang dilakukan Firman kepadanya. “Sorry banget ya, lagian kita belum kenal dekat. Aku gak bisa gitu aja jatuh cinta sama orang yang baru aku temui. Sekarang juga aku akan balik ke Makasar kan?. “Gak papa, kita kan bisa menjalin hubungan jarak juah.” Firman tetap bersikeras agar Erni mau menerinma cintanya. “Tapi man, ada hal yang gak kamu ketahui tentang aku. Aku dah punya pacar di Makasar. Dan selama aku pindah kesini,kami menjalani hubungan jarak jauh. Dan itu berarti aku gak bisa jadian sama kamu. Lagian seperti yang aku bilang, aku gak punya perasaan apapun sama kamu. “Tapi Er, aku cinta banget sama kamu”, Firman tetap tidak bisa terima dengan penolakan Erni kepada dirinya. “Maaf banget, mungkin kamu bakal menemui cewek yang lebih baik dari aku. Maaf banget ya, aku dah mau perg. Ortu ku dah nunggu. Key…..Sampai jumpa ya”.”Erni, jangan pergi,kamu gak bisa kayak gini sama aku“. Tapi sekeras apaun Firman berbicara Erni sudah melangkahkan kakiny ke arah dalam. Sepertinya penerbangannya akan segera berangkat. Firman yang melihat itu semua terkulai tak berdaya. Cewek yang selama ini selalu ada dalam bayangnnya, yang selama ini dipujanya, ternyata pergi meninggalkannya.
“Firman…!”  lalu tiba-tiba ada yang meneriaki namanya. Ternyata Ani dan Irwan telah berada di bandara. “Kalian telat, cintaku dah pergi,dia dah ninggalin aku. Rasanya aku mau mati aja deh…..”Firman berkata dengan nada yang putus asa., “Woi bro, ngomong pa sih? Kan masih ada kita yang bakal nemanin kamu. Janganlah cuma gara-gara putus cinta sekali lalu jadi gak ada harapan buat jatuh cinta lagi? Cewek masih banyak Bro, pasti entar bakal dapat deh”,Irwan berusaha memberi semangat kepada Firman. “Gak deh, emang siapa yang bakal mau suka sama aku? Siapa gadis itu?”, Firman gak percaya kalo dia bakal bisa cepat melupakan Erni. “Ah…payah Firman ni. Yang deket aja gak di perhjatiin. Lihat sekeliling dong.” Irwan yang mengetahui bahwa Ani menyukai Firman sejak lama berusaha memberi sinyal kepada Firman. “Hah, siapa?“. Ani yang mendengar itu lalu mendelik kepada Irwan, “Udah, jangan ngomongin cinta melulu ngapa? Mendingan sekarang kita pulang deh. Lagian aku juga laper nih. Mending makan daripada ngomongin cinta kan?.Tapi Firman yang saat itu lagi patah hati menjawab,”Gak ah, aku gak laper….”. Tapi Irwan dan Ani tidak memperdulikan itu. Mereka langsung menyeret Firman untuk keluar dan mencari restaurant terdekat.



THE END

 

Minggu, Maret 27, 2011

symfoni cinta part 1

 hehe....ni crt yg saia bwt wktu sma..syang gag dipublikasikan...hehe,,
maaf y kalo gag bagus...
y udah..slahkan di baca...



PART 1 :
”Selamat pagi anak-anak”,Ibu Rita mulai menyapa muridnya lewat kata-katanya. ”Selamat pagi bu……”,Murid membalas sapaannya. ”Ok,hari ini ibu akan membagikan kertas UB kalian minggu lalu.SKBM kita 75. Bagi yang mendapat nilai dibawah SKBM, maka ia wajib mengikuti remedi besok,dengan materi yang sama. Jangan lupa belajar bagi yang remedi.” Sementara itu anak anak yang lain kasak kusuk melihat nilainya. Ada juga yang ingin melihat punya temannya,sebagai perbandingan. Tapi tidak begitu dengan Firman. Dia terkulai dengan lesu di mejanya. Lalu Ibu Rita memanggil Firman. ”Firman…..ada apa dengan kamu?.Ibu sangat kecewa melihat hasil UB kamu.Nilai kamu jauh dibawah SKBM. Ibu harap kamu dapat belajar dengan rajin. Dan dapat mempertahankan juara umum kamu!” Firman dengan lesu menjawab,“Baik Bu,maafkan saya.Saya akan berusaha lagi”.”Baik,kalau begitu kamu boleh kembali ke tempat duduk kamu.” Firman terpaku melihat nilai UB nya.Dia mendapat nilai 45. Nilai yang seharusnya tidak didapat oleh Firman,sang juara umum. Tiba tiba Irwan datang menghampirinya,”Eh Fir,kamu dapat berapa?45?......Wow fantastis” ”Apaan sich kamu.Temennya gak lulus malah seneng.Gak baik!”,Ani menyambung kata-kata Irwan. ”Bukannya gitu An,aku heran aja.Firman kok bisa dapat nilai 45.Ada angin apa nich?”Irwan berkata sambil tetap meributkan hasil tes Firman.”Bener kamu dapat nilai 45?”,Ani akhirnya penasaran juga. Firman lagi gak mau menjawab pertanyaan siapapun. ”Aneh,kenapa jadi mereka yang ribut? Kan aku yang dapat nilai 45 nya?”,kata Firman dalam hati. Firman tidak dapat berkata apa apa lagi. Lidahnya seakan membisu dan otaknya tidak bisa berfikir lagi.


ΘΘΘΘΘΘΘΘΘΘΘ


Malam itu bulan bersinar dengan cerah.Tapi tidak begitu dengan hati Firman. Gelisah,cemas,bimbang,resah,seakan menyatu dalam hatinya,menggelayut dalam jiwa. Firman adalah anak dari keluarga yang sederhana..Dia bersekolah di SMAN 78. Setiap tahun, Firman selalu menjadi juara 1. Firman memana di beri oleh Allah kecerdasan.Tapi sang jawara kelas ini sekarang telah berubah drastis. Teringat lagi olehnya peristiwa 3 hari yang lalu yang telah membuat hatinya jadi begini
Pada hari itu, Firman dan Andy ke toko buku. Firman emang senang mengoleksi buku-buku yang berbau horror. Dia meminta Andy menemaninya setelah berjanji baha dia akan mentraktir Andy sesudah membeli buku ini. “Woi Firman ,dah ketemu bukunya? kalo udah,langsung aja deh ke PH. Aku dah lper banget nich.?, Andi bertanya kepada Firman.tapi anehnya, Firman tidak mengindahkan perkataan temannya itu. “Woi, Man…kamu denger kan?..tapi tiba-tiba Firman berkata, “aku jatuh cinta.”Hah, kamu kenapa Man? Sakit? “tu cewek banget. Sumpah deh,bener-bener cakep”,Firman terbayang tatapan matanya,senyuman manisnya,pancaran matanya, semua bagai sihir yang membuat hatinya jadi seperti ini..
Dan di kamar ini.Tapi entah kenapa wajah ceek itu selalu terbayang di fikirannya. Di setiap sudut ruang kamarnya. Wajah itu selalu terbayang di pelupuk matanya.Wajahnya seakan menari-nari di langit-langit kamarnya. Tapi kemudian Firman ingat,besok adalah ujian remedi. Nilainya UB nya tadi sangat buruk.Jangankan teman temannya,dirinya pun tak percaya kalau dia bisa mendapat nilai 45.Nilai yang seharusnya tidak didapat oleh seorang juara umum seperti dia. Firman mencoba untuk menghapal materi yang akan di ujiankan. Tapi fikirannya tidak mau jalan.Seakan menemui jalan buntu.”Duh …..susah banget sich? Firman mencoba untuk lebih konsentrasi.Tetapi usahanya gagal. Kenapa selalu dia sih yang muncul? Kayaknya aku dah gila” Firman menjadi frustasi dibuatnya. ” Kenapa kamu gak pergi dari fikiranku???????


ΘΘΘΘΘΘΘΘΘΘΘ


”Firman,kemari sebentar!”,Ibu Rita memanggilku setelah ujian remedi. ”Ada apa Bu?”,Firman menjawab pertanyaan gurunya.”Ibu tidak tahu apa yang terjadi padamu.Tapi ini bukan seperti kamu yang biasanya.Apa kamu ada masalah?.Nilai remedi kamu tidak banyak berubah.Kalau ada masalah, katakan saja. Jangan segan segan untuk cerita dengan ibu.Ibu akan siap mendengarkannya”. Firman melihat nilai remedinya,50. Kenapa tidak jauh berbeda? Padahal dia sudah belajar semalaman.Tapi tidak dipungkiri bahwa dia tidak belajar dengan serius.Karena wajah cewek yang di sukainya selalu ada dalam bayangannya. ”Fir,kamu dapat berapa? Kamu pasti bisa ….ya khan?”,Irwan menghampiri Firman yang sedang melihat kertas UBnya. Ya ampun 50?.Capek deh…..Kok bisa dapat nilai 50 sih Fir?Padahal ini khan soal yang kemarin.?” Firman hanya menunduk dan diam terpaku.Entah apa yang difikirkannya. “Kok kamu sekarang jadi lain sih?.Kayak orang gak makan 1 minggu aja. Kenapa,ada masalah yah?”Ani menghampiri Firman. “Man,kalau kamu ada masalah,cerita ma kita-kita. Jangan disimpan sendiri.Memang ada masalah apa sih?”,Andi menyambung perkataan Ani. Mulanya Firan menolak untuk cerita dengan teman temannya.Karena dia tidak mau orang lain menanggung masalahnya.Cukup dia saja yang memikirkannya.Tapi teman-temannya terus mendesaknya.”Ini soal cewek”,Firman memulai ceritanya.”Cewek? siapa?”,Tanya Ani sambil terus memperhatikan Firman. “Begini, kemari tuh si Firman katanya ketemu cewek cantik. Dan dia bilang dia jatuh cinta sama dia”, Andi lalu menjelaskan kejadian yang dialaminya bersama Harun di toko buku itu. “Tapi emang bener kok, aku jatuh cinta ma cewek itu. Dan aku tidak bakal bisa ngelupain dia Setiap saat bayangannya ada dalam fikiranku.Entah setan apa yang membuatku seperti ini.Aku gak tau mesti gimana lagi.”,Firman berkata dengan sedih  
”Istighfar Fir,cinta itu buta.Mencintai adalah hal yang fitrah.Tapi jangan sampai cinta membuatmu begini.Cinta pada manusia hanya akan membuat kita merana.Nafsu yang akan banyak bersarang dalam hatimu.Jangan sampai cinta membuatmu lupa pada Allah.Yakinlah cinta pada Allah lebih baik daripada apapun. Allah akan selalu ada dan melindungi kita,hambanya dalam keadaan senang maupun sedih apabila hambanya sangat mencintainya.Kamu telah dibutakan oleh nafsu.Perbanyaklah mengingat Allah.Jangan biarkan Erni merasuki jiwa dan ragamu”,Irwan mengungkapkan kata kata bijaknya. ”Apa kamu sudah memperbanyak shalat tahajjudmu dan baca alquran?,Irwan kembali melanjutkan perkataanya.”Sudah. Aku sudah mencobanya. Tapi,ah…ngomong memang mudah.Tapi ngelakuinnya susah.Aku gak bisa.”,Firman terlihat putus asa saat mengatakannya.” Tapi gimanapun ini gak baik buat kamu.”,Ani mencoba untuk menasehati Firman.”Cie…Pak ustad kita nih ye….,Aku gak nyangka dia bisa ngomong kayak gini.”Andi menggoda Irwan. ”Apaan sih?.Kamu kira aku gak bisa… gitu?Mang nya ustad doang yang bisa kayak gitu?Aku juga bisa tau!”.Irwan menjawabnya sambil menggerutu.”Iya emang gak bisa….hayo mo ngapa kamu sekarang?,kata Andi tetap menggoda Irwan.  ”Eh…sudah-sudah.Kok malah kalian yang kelahi sih. Yang punya masalah sekarang Firman atau kalian sih? Harusnya kalian cari solusi buat Firman.Bukan malah kayak gini!” Ani melerai pertengkaran yang gak jelas itu.”Iya …iya,maaf deh.Gitu aja kok marah sih…?”Ujar Andi
“Tapi bener apa yang dikatakan oleh Irwan.Jika Erni adalah jodohmu,kamu gak perlu khawatir.Soal jodoh sudah diatur oleh Allah SWT.Bila tiba waktunya,Jodohmu akan datang dengan  sendirinya. Dan lihatlah keadaanmu sekarang.Kamu makin terpuruk Fir.Jangan hancurkan hidupmu,”Ani kembali berkata tanpa bermaksud mengguruinya. “Iya, lagian juga kanu gak tau kan dia itu siapa? Rumahnya dimana?”,Ujar Irwan sambil memakan roti yang telah dia beli sebelumnya. ”Eh….mau dong”,Andi berusaha merebut rotinya Irwan.”Gak,enak aja.beli dong…minta aja yang bisa”,Irwan berusaha mempertahankan rotinya. ”Ih…pelit banget sih.Ntar kuburannya sempit loh!, Andi ngomong sambil menakuti Irwan. ”Biarin…Lagipula gak papa kalau kalau aku gak ngasih orang pelit kayak kamu.” Irwan meledek membalas Andi. ”Eh udah-udah pusing tau gak dengerin celoteh kalian.Berisik banget sih”,bel segera bunyi ketika Ani menyudahi omongannya. ”Ayo Fir,masuk.Biarin aja mereka kelahi sampai bosan.Udah jangan peduliin mereka.Aneh deh,tiap hari kelahi mulu”, Ani berkata sambil mengajak Firman yang tetap saja tanpa ekspresi yang berarti.”Eh…kalian mo kemana?Jangan tinggalin aku dong!

Sabtu, Maret 26, 2011

SYIFA IN ACTION

Syifa, nasyid fisika, merupakan tim nasyid yang dibentuk oleh muslimah prodi Pendidikan fisika. Tim ini dibentuk pada tanggal 21 Juni 2010. Syifa yang berarti penyembuh, penawar atau penolong ini dibentuk dengan tujuan dapat berdakwah di jalan Allah SWT melalui  syair lagu-lagu yang dilantunkan. Karena tiap orang pasti mempunyai cara yang berbeda-beda untuk menyampaikan kebaikan, maka kami mengambil cara ini karena memang inilah merupakan cara terbaik yang bisa kami berikan, walaupun mungkin tidak seberapa dibandingkan dengan yang dilakukan oleh orang lain untuk tetap mengibarkan bendera islam.
Syifa sampai dengan sekarang beranggotakan 7 orang,yaitu:
1)      Dewi Salfiyani (dewi s)
2)      Dewi Yarni (dewi y)
3)      Fitrialisma (ipit)
4)      Hafizhah Arif (oja)
5)      Oby efleni (obi)
6)      Resiana Heri Agusti (resi)
7)      Sarika Lubis (ika)
Tetapi karena suatu hal, maka ika,salah satu personil,mengundurkan diri dari tim ini. ”Karena suatu hal,maka ana mengundurkan diri dari tim ini. Tidak ada sebab eksternal yang menyebabkan seperti ini. Ini murni dari hati yang paling dalam.Tapi,ana akan tetap mendukung sepenuhnya tim syifa ini, “ujar ika. Sebenarnya kami berat hati untuk melepaskan saudari kami dari tim ini, tapi berhubung ini merupakan permintaan dari ika sendiri dan merupakan hak sepenuhnya, maka kami mau tidak mau harus memaklumi keputusan saudari kami ini.Karena jujur,bukan karena adanya tim ini tapi memang sudah sejak lama kami membina ukhuwah ini dan sudah seperti keluarga sendiri.
                Dan setelah ditanya mengenai tanggapan dan harapannya untuk Syifa mendatang, inilah cuplikan yang bisa diberikan :
Oja         : “Harapan buat syifa adalah agar tetap kompak dan tetap istiqomah di jalan dakwah ini. Semoga latihan tetap berlanjut untuk Syifa.”
Ipit         : “Harapan kedepan semoga bisa tetap eksis dan solid.Semoga Syifa bisa bermanfaat buat orang banyak dan harapan paling utama mudah-mudahan diberkahi oleh Allah SWT.”
Dewi Y  : “Semoga syifa bisa terus kompak dan sukses,amin..”
Resi        : ”Harapannya tetap eksis dan makin mantap aja. Dan mengenai jadwal latihan, semoga tidak mengganggu agenda lain yang lebih penting.”
Dewi S  : ”Harapan buat syifa, semoga tetap konsisten dijalan ini. Yakinlah bahwa Allah SWT pasti akan menolong kita. Semoga tetap solid,eksis dan latihan harus tetap dilanjutkan.”
Obi         : “Seneng banget bisa bergabung dengan syifa, semoga tetap kompak. Terus latihan,semoga syifa bisa langgeng dan menggoreskan prestasi,amin.”
Dan terakhir kami menyadari bahwa baru seumur jagung perjalanan tim nasyid ini.Untuk itu kami berupaya untuk terus berbenah diri. Kami menyadari bahwa manusia hanyalah makhluk yang tidak berdaya.Sesungguhnya semuanya adalah milik Allah SWT. Dan untuk itu kami berharap agar Syifa bisa tetap eksis,solid,konsisten dan diberkahi oleh Allah SWT.Amin...

PERENUNGAN CINTA


Cinta,
Jika ia menghampiri….
Yakinkan hati bahwa ialah yang dinanti

Cinta,
Jika ia mulai bersemi…
Pupuklah ia menjadi cinta yang sejati

Cinta,
Jika ia menghiasi…
Jadikan mentari
Terangi hari-hari

Cinta,
Jika ia mulai menjadi duri…
Lepaskan perlahan,
Jangan sampai menyakiti

Cinta,
Jika ia menjadi noda di hati,..
Hapuskan,
Lembut namun tetap menghargai

Cinta,
Jika ia lari…
Biarkanlah,
Yakinkan hati untuk bisa mengikhlasi

Cinta,
jika ia memahami…
tiada alasan ‘tuk menyesali yang terjadi

Cinta,
Ibarat pelangi,
Rasa berwarna-warni
Tanpa disadari…


my best friend ..

somehow I have to say that you're so mean to me ..
since your presence ..
my life more colorful ...
you fill in the corners of my heart ...
coloring my days ...
fill the void of my soul ...
although not say to you, rest assured that you're always in my heart ..
forever

if I'm quiet ..
then that's when I so need your presence
if I'm alone ..
then that's when you're expecting to accompany me ..
when I'm sad,
then that's when I need a hug and advice from you ..
when I'm guilty ..
then that's when I want to listen to the words from you ..
"It's okay, I'm your friend. Nothing is wrong .. I forgive you because I love you"

when I'm happy,
I want you to always be near me ...
feel what I feel ..
because happiness is not complete without you ..

I want you to love me as it is,,
I want you to love me for no reason ...
because I will it to you ..
I wish you could understand and comprehend my best ..
because that's what I do for you ..
I want you to always remember me in your heart ..
until the smallest thing in my life ..
because you're trying to understand you best ...

maybe I'm not a poet who every day say the words of love to you ..
but please know ..
I always pray that we are always together,
forever ....

love you with all my heart ..


Rabu, Maret 09, 2011

refleksi organisasi..

yup..dengan bangga saya menyatakan bahwa saya adalah slah seorang anggota yang terkumpul dlam

"HIMA PEFSI"
HImpunan MAhasiswa Program studi pEndidkan fiSIka..

awalnya dari sini,,semua berawal dari tempat ini,suka duka, semua menyatukan segala asa..
walopun sempat ada keraguan didalam hati..namun semua tetap di hatii..
ciee...

berawal dari sebuah pelantikan

berbagai kegiatan mulai diikuti..
(gag berurut ni y...heheh,,,)
  1. OF (OLIMPIADE FISIKA)
  2. GEBYAR FISIKA
  3. MILAD PRODI FISIKA
  4. OUTBOND
  5. SUKSESI 
 OLIMPIADE FISIKA (OF)
acara ni merupakan acara tahunan yang diselenggarakan hima pefsi,,,merupakan program div pend...( divisi gue ni..wkwk...). acaranya ada olimpiade,,cerdas cermat,dll...
Acara ini merupakan acara besar dari HimaPefsi, disinilah para adek2 angkatan baru tiap tahunnya untuk pertama kalinya diikutkan dalam suatu kegiatan setelah masuk dlm jur.pend fisika. jd teringat,tiap malam sibuk aja meng sms orang, krn tugas saia adalah pj bwt smua pembaca soal..tiap mlm saia harus meng sms jdwal lathan baca soal, trus mwng sms pelatihnya,, baru mengfixkan jadwalnya..y begitulah..
Tapi y itu tadi,semua kerja keras tersebut terbayar dengan kesuksesan acara tersebut. (alhamdullah,,),

GEBYAR FISIKA 
Gebyar fisika juga merupakan salah 1 agenda kegiatan besar dari HimaPefsi, yang juga merupakan program dari divisi pendidikan. Acaranya seperti OF juga, tapi bedanya dengan OF adalah kalo Of thu masih dilingkungan kampus UR, kalo Gebyar ni bertempat di luar daerah, terserah mau dimana aj,, kebetulan pada waktu angkatn 09 pend fisika mengadakannya, kami pergi k rengat,,hehe.. kmpungnya Beni..

*sstt,, jgn blng2 y..km mau ditmpta beni karena ditawari mkn gratis dn tmpat nginap gratis..
ahah...ayo tebakk..dimana kami nginap?? hehe..mencar2 sih tepatnya..da dirumah beni,,rumah maria dan rumah anggi. tp dibagi2 sih..kestari pusatnya di rumah anggi, dirumah beni thu tim acara,konsumsi dan perlngkpan,,haah..sebagian di rumah maria.. (walopun sya termasuk tim acara)

asal tau saja...dirumah maria ni enak..kami jd bs nnton,,maen2,,wkwk..
tau thu yang dirumah anggi dan beni...(maaf tmnd2..kejam bgt y..??)
 tapi ttp saj..smua berkesannnnnnnnnnnn...krna untuk 1 kalinya kami semua pergi dari pekanbaru ini. walopun gag da jln2 nya..tp perjalanan ke Rengat thu menjadi hal yang gak terlupakan.. jd tau gmn karakter tiap orang pas tdur,,berisiknya,,rakus ngemilnya..wkwkkwk..termasuk saia makn trusssssssssss...

oh ya..mksih bwt SMAN 1 rengat yang uda mau menerima kdatangan kami y.. mksih jugag bwt beni... makn malmnya mantapppppppppppppp bennn...hahahahahh..